Langsung ke konten utama

Hindari Makanan Ini Saat Sahur!

woman-eating-fries-1

Bagaimana puasamu hari ini? Lancar tanpa gangguan atau justru terhambat? Untuk yang puasanya lancar, selamat ya! Semoga kelancaran ibadah di bulan puasa ini bisa bertahan sampai di akhir bulan nanti.

Sementara, untukmu yang merasa puasamu tak cukup lancar, ada baiknya untuk segera melakukan evaluasi. Sebab jika tidak, kelancaran ibadahmu bisa saja terganggu sampai di akhir bulan nanti lho!

Terkait ketidaklancaran selama berpuasa, setidaknya ada beberapa hal yang jadi faktor utamanya dan patut dievaluasi. Makanan yang diasup di jam sahur dan berbuka di antaranya.

Tahukah dirimu? Meski statusnya sama-sama asupan untuk tubuh, nyatanya tak semua makanan dan minuman baik untuk disantap saat sahur maupun berbuka. Beberapa makanan dan minuman bahkan bisa menimbulkan masalah tersendiri ketika dipaksakan disantap saat sahur. Karenanya, kali ini perempuan.com akan secara khusus memberikan daftar makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur agar puasamu berjalan dengan lancar. Berikut daftar lengkapnya:

1.    Makanan Olahan

Tahukah, Dear? Makanan olahan seperti keju, cokelat, cake, dan semacamnya termasuk ke dalam daftar makanan yang sebaiknya dihindari lho! Karena prosesnya, makanan ini berpotensi membuat produksi gas di perut melonjak dari kadar yang seharusnya.

Akibatnya, perut pun terasa begah dan tak nyaman seharian nantinya. Selain begah, masalah lain yang juga mungkin terjadi di antaranya yaitu mulas dan diare.

2.    Makanan Bercita Rasa Pedas dan Asam

Selain makanan olahan seperti yang telah disebutkan di atas, makanan yang terlalu pedas ataupun asam juga sebaiknya dihindari, Dear! Penting diingat, meski nikmat di mulut, makanan-makanan ini terbilang tak ramah lambung lho! Efeknya, perut pun jadi terasa perih dan sakit nantinya.

Di samping makanan asam dan pedas, bumbu-bumbu yang memiliki cita rasa terlalu tajam seperti merica dan lada sebaiknya dihindari demi kesehatan kerongkongan.

3.    Makanan Tinggi Lemak

Baik saat sahur maupun berbuka, gorengan sekilas memang jadi teman yang paling praktis dan nikmat ya, Dear! Namun, jangan lupa lho. Kandungan lemak yang tinggi dalam makanan ini sebaiknya dihindari atau setidaknya diminimalisir konsumsinya.

Berbagai gangguan perut, terutama maag, bisa saja makin parah karena makanan nikmat yang satu ini. Tak hanya itu, penting diketahui bahwa organ pencernaan butuh adaptasi lho untuk bekerja di jam sahur. Karenanya, jangan tambah bebannya dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak yang sulit dicerna ya!

sumber : Perempuan.com

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...