Sederhana. Begitulah penampilan Revina Latifah, putri dari pasangan suami istri (pasutri) Holidin dan Khotijah yang bekerja sebagai buruh kelapa sawit di Kalimantan. Jauh dari orangtua, Revina mencoba memecahkan kaca meraih harapannya untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Hidup terpisah dari orangtua dan tinggal berdua dengan neneknya, Tukem, di Somogede, Kaburikan, Wadaslintang, Wonosobo Jawa Tengah, tak mengendurkan semangat Revina mengejar cita-cita kuliah di UGM. Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan memaksa Revina menjalani semua itu. Ia pun memaklumi manakala orangtuanya terpaksa pergi ke Kalimantan menjadi buruh kelapa sawit demi menyambung hidup keluarga. "Gimana lagi, di sini Bapak juga buruh tani. Penghasilannya hanya Rp550 ribu per bulan," ujarnya dilaman UGM belum lama ini. Bagi Revina, kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan menjadi cambuk dalam meraih prestasi. Hal itu, ia tunjukkan saat duduk di bangku SMA Muhammadiyah I Wonosobo, di m...
Pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup