Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perguruan Tinggi

Alasan Perlunya Memilih Jurusan Dibanding Kampus

Mahasiswa kerap memilih kampus tanpa memastikan terlebih dahulu, apakah jurusan yang dipilih sudah tepat. Nah, berikut ini alasan perlunya kamu untuk memilih jurusan terlebih dahulu, sebagaimana dikutip dari USA Today, Minggu (5/7/2015). 1. Memilih jurusan yang tepat memudahkanmu memilih kampus Banyak kampus yang memintamu bisa menentukan jurusan yang akan diambil. Karena itu, ada baiknya kamu mencari tahu lebih dulu tentang jurusan yang akan diambil. Sehingga ketika kamu memilih kampus , mereka bisa membantumu. 2. Bisa mengefektifkan waktu dan uang Bila salah memilih jurusan, kamu pasti akan mengulang untuk mengambil kembali, dan itu akan membuang waktu. Sehingga, kamu juga akan menghambur-hamburkan banyak uang. 3. Pilihlah jurusan kuliah sejak SMA Memilih jurusan kuliah ketika kuliah mungkin akan merepotkan. Ada baiknya kamu sudah memikirkan tentang jurusan yang akan diambil sejak duduk di bangku SMA. Sehingga, kamu bisa memiliki waktu untuk menggalinya lebih banyak. ...

Alat Monitor Angkot Ngetem ala Mahasiswa Unibraw

Jika tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menciptakan aplikasi mendeteksi kerusakan jalan. Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengembangkan alat untuk memonitor jadwal angkutan kota atau angkot. Empat mahasiswa Fakultas Teknik UB yaitu Itsna Az Zahra, Naufal Awanda P, Sirojul Hadi, dan Ayu Saputri berhasil membuat sebuah alat yang diberi nama Bus Schedule Monitoring (B-Schemo). Dengan memanfaatkan Global Positioning System (GPS), tim program kreatifitas mahasiswa bidang karsa cipta (PKM-KC) dari UB berupaya mengatasi masalah ketidakpastian jadwal angkot di Kota Malang. Dengan memanfaatkan GPS untuk memantau lokasi dan waktu angkot secara real-time, diharapkan dapat menertibkan sopir-sopir angkot yang tidak menuruti jadwal yang ditentukan. Alat ini bisa memantau lokasi angkot melalui sebuah informasi sehingga bisa melakukan kontrol jika angkot tersebut berhenti untuk mencari penumpang terlalu lama. Ketua Tim Itsna Az Zahra mengatakan B-Schemo terdiri...

Dikti Amanatkan Materi Antikorupsi, Antiterorisme dan Antinarkoba di Kampus

Kasus korupsi, terorisme dan narkoba yang terus bermunculan saat ini menandakan bahwa negara ini dalam kondisi darurat. Sebab itu, sejak dini mahasiswa harus digembleng untuk meningkat wawasan tentang bahaya narkoba, korupsi, dan terorisme. Pada Agustus 2015 Unpad akan melakukan beberapa penyesuaian kegiatan saat pelaksanaan prosesi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun akademik 2015/2016. Penyesuaian ini berdasarkan Surat Keputusan Ditjen Dikti Nomor 25/DIKTI/Kep/2014 tentang Panduan Umum Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru. “Ada pemberian materi terkait kebangsaan, budaya, dan pengenalan perguruan tinggi sesuai dengan amanat Dikti,” ujar Sekretaris Umum PMB Unpad, Dudi Heryadi di Lembang, Bandung, sebagaimana dilansir Unpad belum lama ini. Menurutnya, terdapat tujuh rancangan materi yang akan diberikan kepada calon mahasiswa baru Unpad, yaitu materi antinarkoba, antikorupsi, antiterorisme, literasi informasi, pengembangan softskill,...

Cara agar Tak Menyesal Memilih Jurusan kuliah

Sejumlah mahasiswa sering dihadapi dengan masalah dalam memilih jurusan kuliah, mana yang tepat untuk mereka. Nah, berikut ini langkah yang bisa diambil agar nantinya mereka tidak menyesal dalam memilih jurusan di perkuliahan. 1. Jangan terlalu cepat memilih Sebelum memilih jurusan yang tepat, cobalah untuk memiliki sejumlah alternatif pilihan jurusan. Sebelum akhirnya kamu memutuskan untuk memilihnya. 2. Jurusanmu belum tentu menjadi pekerjaanmu kelak Pilihlah jurusan yang kamu sukai, bukan memikirkan gelar sesuai dengan jabatan apa yang ingin kamu dapatkan usai lulus nanti. Demikian seperti dikutip dari USA Today , Sabtu (4/7/2015). 3. Pilihlah lebih dari satu jurusan Mungkin salah satu hal yang peling penting adalah mengingat bahwa kamu tidak harus terfokus pada satu jurusan saja. Jadi pastikan kamu memiliki beberapa pilihan jurusan lebih dari satu. sumber : http://news.okezone.com/read/2015/07/03/65/1175655/cara-agar-tak-menyesal-memilih-jurusan-kuliah

Haruskah Menjadi Asisten Dosen di Kampus?

Menjadi asisten dosen selama berkuliah adalah kesempatan langka. Karena itu artinya, sang dosen sudah mempercayaimu dalam penguasaan. Namun, perlukah kamu menjadi seorang asisten dosen? Ini dia ulasannya ! 1. Tanggungjawab adalah kunci Menjadi seorang asisten dosen sejak duduk di bangku kuliah memang tidak hanya disibukkan dengan menguasai materi perkuliahan. Namun juga dibutuhkan tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankannya. Demikian seperti dikutip dari USA Today , Sabtu (4/7/2015). 2. Kamu mungkin tidak menerima upah Seorang asisten dosen tidak selalu dibayar. Meski tidak dibayar hal itu tidak menjadi masalah, karena dengan membantu dosen kamu bisa memiliki kemampuan lain seperti komunikasi, pengaturan waktu, serta kemampuan mengajar. 3. Mengenai mahasiswa yang akan diajar Dengan menjadi asisten dosen, kamu akan menjadi pengajar untuk teman-teman atau bahwa senior di kampus. Di mana ini bisa saja menjadi hal sulit. Karena bukan berarti kamu bisa memperlakukan mere...

Mitos yang Tidak Benar tentang Pascasarjana

Kerap kali ada sejumlah mitos yang menyebarkan pesan-pesan negatif terhadap suatu hal. Sama seperti sejumlah mitos berikuti ini mengenai pascasarjana. Apa saja mitos-mitos yang dimaksud? Berikut ulsannya: 1. Tidak siap menghadapi lingkungan kerja Jika kamu sudah bekerja keras selama berkuliah, mempelajari berbagai ilmu serta pengetahuan yang sesuai dengan jurusan yang kamu ambil, kamu akan bisa belajar dengan spesifik tentang pekerjaan yang akan kamu jalani nantinya. 2. Sulit menemukan pekerjaan Di zaman yang semakin modern ini, mencari pekerjaan memang sulit, namun bukan berarti tidak mungkin. Walaupun sulit, jangan sampai berpikir bahwa akan sulit mendapatkan pekerjaan. Demikian seperti dikutip dari Levo , Sabtu (4/7/2015). 3. Kehidupan semakin menurun Hidup itu penuh misteri. Kuliah menjadi masa kehidupan yang terbaik. Usai lulus kamu akan menemukan tantangan, hal yang menarik bahwa menakutkan. Tujuannya adalah agar hidupmu bisa maju ke depan. 4. Butuh dana besar u...

Menteri Nasir Minta Rektor Bangun Sistem Cegah Plagiat

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) membangun sistem untuk melacak kasus plagiarisme di pendidikan tinggi. Hal itu guna mencegah kasus plagiarisme oleh dosen dan mahasiswa. “Antisipasinya, saya minta kepada PTN dan PTS membuat sistem supaya bisa melacak plagiarisme,” kata Mohamad Nasir di Gedung BPPT, Jakarta, Jumat (3/7/2015). Sebelumnya, seorang Rektor di Universitas Islam Negeri (UIN), Maulana Malik Ibrahim, digugat praperadilan atas dugaan plagiat makalah 19 mahasiswanya. Praperadilan tersebut diajukan karena Ditreskrimum Polda Jatim menghentikan proses penyidikan sejak 6 Maret 2015 dengan alasan laporan telah dicabut pelapor yang bernama Subaryo. Sementara itu, Nasir mengatakan pihaknya menyerahkan kewenangan kepada tiap universitas untuk menentukan sanksi atas staf kampus, dosen, atau mahasiswa yang terbukti melakukan plagiarisme, baik skripsi,...

Cita-Cita Maya Jadi Guru di Unimed Tak Kunjung Ada Kejelasan

Solihan Hasibuan, warga Pasar 7, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Medan, menyampaikan rasa sedih anaknya Maya Mutia Sari Hasibuan (18) karena tidak dapat mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Negeri Medan (Unimed). Dengan menunjukkan nilai dan seluruh dokumen tentang dirinya, Maya didampingi ayahnya Solihan menceritakan bahwa ia berhasil lulus masuk ke Unimed melalui jalur undangan SNMPTN beberapa waktu yang lalu. Akan tetapi, lantaran orangtuanya tidak memiliki biaya pihak rektorat kampus membatalkan kelulusannya dengan tidak memperbolehkan mendapat pendidikan di kampus Unimed tersebut. “Saya sebenarnya sudah lulus dalam ujian SNMPTN di Unimed melalui jalur undangan. Akan tetapi, kelulusan tersebut dibatalkan oleh pihak rektorat karena Ayah saya tidak memiliki uang,” ucap Maya kepada Waspada Online, belum lama ini. Remaja berjilbab tersebut menuturkan, orangtuanya sudah meminta keringanan kepada pihak Rektorat Unimed supaya dirinya dapat kuliah. “Bapa...

Seuntai Harapan Anak Buruh saat Menginjak Kuliah di UGM

Sederhana. Begitulah penampilan Revina Latifah, putri dari pasangan suami istri (pasutri) Holidin dan Khotijah yang bekerja sebagai buruh kelapa sawit di Kalimantan. Jauh dari orangtua, Revina mencoba memecahkan kaca meraih harapannya untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Hidup terpisah dari orangtua dan tinggal berdua dengan neneknya, Tukem, di Somogede, Kaburikan, Wadaslintang, Wonosobo Jawa Tengah, tak mengendurkan semangat Revina mengejar cita-cita kuliah di UGM. Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan memaksa Revina menjalani semua itu. Ia pun memaklumi manakala orangtuanya terpaksa pergi ke Kalimantan menjadi buruh kelapa sawit demi menyambung hidup keluarga. "Gimana lagi, di sini Bapak juga buruh tani. Penghasilannya hanya Rp550 ribu per bulan," ujarnya dilaman UGM belum lama ini. Bagi Revina, kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan menjadi cambuk dalam meraih prestasi. Hal itu, ia tunjukkan saat duduk di bangku SMA Muhammadiyah I Wonosobo, di m...

Suci, Anak Kuli Bangunan Jadi Wisudawan Terbaik Unnes

SEMARANG - Sucipto Sumaryo (50) tidak bisa mengungkapkan rasa gembiranya ketika melihat putrinya Suci Yuli Priyanti dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Universitas Negeri Semarang (Unnes) di auditorium kampus Sekaran, Senin 15 Juni 2015. Sucipto yang memiliki keterbatasn ekonomi karena hanya pekerja serabutan sebagai seorang kuli bangunan dan tukang batu, ini akhirnya bisa sumringah melihat anaknya jadi sarjana. Ya, keterbatasan ekonomi merupakan hal yang menghantui sebagian orangtua ketika anaknya merengek minta melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Seperti itulah yang selama ini dialami pasangan suami istri Sucipto dan Salimah (45) orangtua dari Suci. Pria berusia 50 tahun asal Banjarnegara yang bekerja serabutan menjadi kuli bangunan dan tukang, terkadang kebingungan saat putrinya ingin melanjutkan kuliah lantaran keterbatasan biaya. Kebimbangan itu terdengar sampai ke guru SMK, Suci. Alhasil, guru Suci bisa memberi motivasi kepada Sucipto dan Salimah untuk me...

Kalender Layanan Online Akademik Semester Ganjil 2015/2016 UIN Maliki Malang

Kalender Layanan Online Semester Ganjil 2015/2016 dapat di download disini : Kalender Layanan Online Smt Ganjil 2015-2016 Jika link diatas tidak bisa dibuka bisa klik disini

Panglima TNI Ingin Ngajar di Unpad

JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Moeldoko mengaku telah menyiapkan kesibukan usai pensiun dari militer 1 Agustus mendatang. Mantan KSAD itu memastikan, ia akan meneruskan pengabdian dalam dunia pendidikan. "Mau ngajar saja, sudah siap," beber Moeldoko di Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, Jumat (12/6/2015). Moeldoko menambahkan, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, telah menghubunginya guna mengajar di salah satu bidang keilmuan. "Unpad sudah pasti, mereka minta ngajar administrasi publik," imbuhnya. Selain itu, dengan pengalamannya berkecimpung di dunia militer, lanjut Moeldoko, membuatnya yakin bahwa ia bisa mengajar di Fakultas Pertahanan di kampus tersebut. "Disitu juga ada fakultas pertahanan, jadi kalau soal itu, tidak usah ditanya, saya pakarnya, termasuk masalah keamanan," pungkasnya. sumber : okezone

Mendikbud Canangkan Gerakan Remaja Melek Media

PADANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan mencanangkan Gerakan Nasional Remaja Melek Media. Ini merupakan upaya mendorong generasi muda dan pelajar berpikir lebih kritis terhadap pemberitaan di media massa. "Hari ini kita hidup di era informasi yang luar biasa banyak, ini mengharuskan generasi muda punya kemampuan memilih dan memilah informasi tersebut," kata Anies usai pencanangan Gerakan Nasional Remaja Melek Media, di Padang, Senin (15/6/2015). Menurut Anies, berbeda dengan dulu saat media masih terbatas, sekarang siapa pun dapat menjadi produsen informasi. Karena itu, literasi media menjadi penting bagi generasi muda. "Saya mengapresiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mendorong gerakan melek media bagi remaja," ujarnya. Anies berharap, ke depan anak-anak dapat memanfaatkan informasi dengan baik dan fase berikutnya bisa menjadi produsen informasi. Dia menjelaskan, Sumatera Barat dipilih sebagai tempat pencanangan karena daer...

ITB Melaju ke Kontes Robot Internasional

YOGYAKARTA - Robot Dagominton dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) ditetapkan sebagai pemenang pada Kontes ABU Indonesia (KRAI) 2015 berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Mereka akhirnya meraih penghargaan piala bergilir Kontes Robot Asia-Pasific Broadcasting Union (ABU). ITB juga berhak maju ke kontes robot ABU tingkat Internasional. Kontes robot ABU tingkat internasional, yang akan diselenggarakan di Sportorium UMY, pada Agustus 2015. Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2015 ini, adu kehebatan robot ABU merupakan puncak dari kontes robot yang paling diutamakan. Karena itulah pada tahun ini ITB yang mendapat kesempatan meraih piala bergilir. Robot Dagominton milik ITB ini berhasil meraih posisi pertama pada laga final KRAI 2015 setelah mengalahkan robot Barelang 5.5 milik Politeknik Negeri Batam, dengan skor 5-1. Ketetapan pemenang dan piala bergilir kontes robot ABU tersebut diumumkan dan diserahkan pada acara penutupan KRI 2015 tingkat nasional...

Pesan Presiden Jokowi saat Melantik Pamong Praja IPDN

JAKARTA – Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 1.974 wisudawan Pamong Praja Muda Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXII 2015. Orang nomor satu di Indonesia itu pun memiliki pesan khusus bagi para Pamong Praja yang dilantik. Pada kesempatan itu, Jokowi meminta para Pamong Praja harus mampu melayani rakyat, bukan sebaliknya, minta dilayani. Dikutip dari siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Jokowi menyatakan revolusi mental untuk membangun jiwa bangsa akan bisa berhasil jika didukung dua hal pokok. Pertama, komitmen dan ketauladan para pemimpin dan seluruh aparatur negara. Aparatur negara harus bisa menjadi contoh dari perubahan dan pembangunan karakter bangsa dalam masyarakat. Kedua, revolusi mental harus bisa menjadi sebuah gerakan kolektif rakyat yang melibatkan partisipasi seluruh rakyat. Rakyat harus menjadi bagian dalam revolusi mental. Presiden menaruh harapan besar kepada pamong praja muda sebagai aparatur negara agar bisa menjadi pelop...

Putri Asisten Rumah Tangga Raih Cumlaude di UNS

SOLO - Nama Devi Triasari menjadi perhatian semua hadirin upacara wisuda sarjana periode IV Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Devi dilahirkan dari keluarga yang kondisi ekonominya jauh dari cukup, namun berhasil meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99. Artinya, kemiskinan tidak menjadi halangan untuk meraih gelar sarjana dan lulus dengan predikat cumlaude sekaligus tercepat tiga tahun enam bulan. Anak ketiga pasangan Suwito dan Karinem menjadi mahasiswa Fakultas Hukum melalui fasilitas beasiswa Bidik Misi 2011. Dia diwisuda rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi MS bersama 1.440 lulusan yang lain. Karinem mengaku bangga dan bergembira menyaksikan anaknya menjadi lulusan terbaik. Selama ini dia hanya bisa berdoa agar Devi berhasil dalam sekolahnya. "Saya baca doa apa saja yang bisa. Siang malam mendekatkan diri kepada Allah untuk mendoakan," tutur Karinem. Selama kuliah, gadis kelahiran Ngawi, 19 Desember 1991 itu tak pernah mengeluh. Devi...