Langsung ke konten utama

Haruskah Menjadi Asisten Dosen di Kampus?

haruskah-menjadi-asisten-dosen-di-kampus-2KZReK6a1V

Menjadi asisten dosen selama berkuliah adalah kesempatan langka. Karena itu artinya, sang dosen sudah mempercayaimu dalam penguasaan. Namun, perlukah kamu menjadi seorang asisten dosen?

Ini dia ulasannya !

1. Tanggungjawab adalah kunci

Menjadi seorang asisten dosen sejak duduk di bangku kuliah memang tidak hanya disibukkan dengan menguasai materi perkuliahan. Namun juga dibutuhkan tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankannya. Demikian seperti dikutip dari USA Today, Sabtu (4/7/2015).

2. Kamu mungkin tidak menerima upah

Seorang asisten dosen tidak selalu dibayar. Meski tidak dibayar hal itu tidak menjadi masalah, karena dengan membantu dosen kamu bisa memiliki kemampuan lain seperti komunikasi, pengaturan waktu, serta kemampuan mengajar.

3. Mengenai mahasiswa yang akan diajar

Dengan menjadi asisten dosen, kamu akan menjadi pengajar untuk teman-teman atau bahwa senior di kampus. Di mana ini bisa saja menjadi hal sulit. Karena bukan berarti kamu bisa memperlakukan mereka secara khusus. Kamu harus tetap harus berfokus pada objek ketika mengajar.

sumber : http://news.okezone.com/read/2015/07/03/65/1175648/haruskah-menjadi-asisten-dosen-di-kampus

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...