Langsung ke konten utama

Cita-Cita Bunga si Cantik dari UIN Jakarta

bunga ade tama

Masih segar dalam ingatan kita beberapa saat hingar-bingar kontes pemilihan Puteri Muslimah 2015 yang digelar salah satu stasiun TV swasta secara live pada Rabu 13 Mei 2015. Ya, adalah Bunga Ade Tama (21) yang menjadi runner up Puteri Muslimah 2015. Bunga merupakan mahasiswi semester 8 Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan kegiatan sosial ini terlihat cukup menonjol diantara 24 kontestan yang berasal dari berbagai latar belakang dan profesi ini. Hal tersebut setidaknya terlihat dari jawaban-jawaban puteri bungsu pasangan H Rustam Siregar dan Hajah Suhartiningsih.

Bunga mengatakan, menjadi runner up 2 adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Apalagi, saat itu dirinya begitu didukung civitas akademika kampus UIN Jakarta, keluarga dan sahabatnya. Kedepan, Bunga akan mentransformasikan pengetahuan dan potensi diri dalam karya yang positif dan kontribusi yang lebih nyata.

Bagi Bunga, ajang tersebut bukanlah tujuan utama, tapi sebagai pijakan untuk dapat melakukan hal-hal yang lebih positif di kemudian hari. Bunga ingin kembali fokus pada studinya.

”Saat ini Bunga sedang merampungkan skripsi, mudah-mudahan bisa lulus tahun ini dan bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2,” pungkasnya di laman diktis.kemenag belum lama ini.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan ajang tersebut tidak akan menjadi obyek, namun Ia akan menjadi penyemangat dan inspirasi bagi para generasi muda Indonesia.

“Kecantikan tidak hanya dinilai penampilan fisik belaka, tapi juga dinilai bagaimana wawasannya dan kemampuan melakukan hal yang positif dan lebih bermutu dalam konteks-konteks lain,” tandasnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Profesor Kamaruddin Amin yang turut menonton acara kala itu tak bisa menyembunyikan rasa simpatinya dan sempat memuji penampilan Bunga.

“Jawaban-jawaban Bunga Ade Tama menunjukkan kualitas personalnya dan merefleksikan mutu lembaga tempat Bunga belajar,” ujarnya.

sumber : http://news.okezone.com/read/2015/07/03/65/1175803/s2-cita-cita-bunga-si-cantik-dari-uin-jakarta

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan juga demikian, dan kebaikan itu juga sebaik perilakunya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua perbuatan itu adalah mereka yang melakukannya hal tersebut. Mereka akan merasakan buahnya seketika itu juga di dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang, serta merasa tenteram dan damai. Ketika kita diliputi kesedihan dan kegalauan dalam hidup, maka berbuat baiklah terhadap sesama, niscaya akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Dengan cara, sedekahilah orang yang fakir, tolonglah orang yang terdzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya kalian akan merasakan kebahagiaan dalam semua kehidupan yang kalian jalani. Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya...