Langsung ke konten utama

Beri Motivasi Anak Dalam Mengerjakan PR

Membantu anak dalam mengerjakan Pekerja Rumah (PR) dari sekolahnya, orang tua sebaiknya perlu cara agar anak bisa dengan sadar untuk mengerjakanya secara mandiri. PR atau tugas sekolah yang diberikan oleh guru mereka, sebaiknya orang tua perlu mengetahui tingkat kesulitan anak dalam mengerjakan. Tingkat kesulitan ini terlihat dari level/tingkatan kelas.

Anak yang masih dalam usia 5-7 tahun biasanya, masih dalam tingkat kelas baru. Dimana PR masih sangat baru untuk usia mereka. Biasanya anak dalam usia tersebut pemikiran masih belum terlalu fokus. Untuk itu dalam usia 5-7 tahun anak tersebut harus penuh dengan pengawasan dan bimbingan orang tuanya. Karena orang tua bertugas untuk memotivasi anak. Anak yang berada pada usia 8-12 yang dimana mereka sudah memasuki tingkat dasar dalam pendidikannya dan kesulitan sudah sangat terlihat dalam mengerjakan PR.

Orang tua bagi anaknya yang berkisar antar 8-12 dianjurkan untuk bisa mengatur pola berpikir mereka secara fokus dan mandiri. Biarkan mereka mengerjakan PR-nya terlebih dahulu sebisa mereka, maka tugas orang tua mengkoreksi dan membantu kesulitan yang dihadapinya. Memberikan motivasi dan pemahaman anak dalam mengerjakan PR mereka maka, nantinya anak tersebut dengan sendirinya akan mengerjakan tugasnya secara mandiri.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...