Langsung ke konten utama

Lima Manfaat Sarapan Oatmeal

oatmeal

Pola makan sehari-hari sangat mempengaruhi kesehatan Anda. Mulai dari sarapan pagi, pilih lah makanan yang sehat sebelum Anda memulai aktivitas. Salah satunya dengan makan oatmeal. Oatmeal adalah makanan dari gandum.

Oatmeal merupakan makanan yang mengandung serat tinggi. Secangkir oatmeal saja mengandung 4 gram serat atau setara dengan sebuah apel. Sedikitnya ada lima alasan mengapa oatmeal baik untuk Anda konsumsi.

1. Kenyang lebih lama
Oatmeal bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama dibanding menu sarapan lain. Tingginya serat pada oatmeal dapat menahan Anda dari ngemil berlebihan sebelum waktu makan siang tiba. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan Nutrition Journal menunjukkan bahwa peserta yang makan oatmeal mengaku merasa kenyang lebih lama daripada mereka yang makan sereal dengan porsi yang sama.

2. Menurunkan kolesterol
Makanan tinggi serat selama ini dikenal mampu menurunkan kadar kolesterol, termasuk oatmeal. Serat yang larut dari oatmeal bisa membantu mengurangi penyerapan tubuh dari kolesterol "jahat".  Kolesterol jahat ini diketahui mampu yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

3. Mengurangi risiko kanker usus
Makanan yang tinggi serat juga telah terbukti mengurangi risiko kanker kolorektal.  Seperti pernah dipublikasikan British Medical Journal tahun 2011, orang yang mengosumsi tambahan 90 gram biji-bijian dapat mengurangi risiko kanker kolorektal sebanyak 20 persen daripada yang tidak.

4. Melindungi jantung
Oatmeal mengandung lignan yang merupakan senyawa kimia yang bisa melindungi seseorang dari penyakit kardiovaskular seperti jantung. LIgnan juga dapat ditemui pada brokjoli, aprikot, dan biji rami.

5. Tidak mahal
Selain mudah didapatkan di mana saja, harga oatmeal yang dijual juga tidak mahal. Tak perlu mengeluarkan uang banyak, Anda bisa puas mendapatkan oatmeal. Tak hanya sehat bagi tubuh, tapi juga bagi kantong Anda.

Buat sarapan oatmeal tidak membosankan
Banyak yang berpikir sarapan oatmeal akan membosankan. Padahal, jika Anda kreatif, makan oatmeal akan memiliki banyak variasi rasa. Oatmeal cocok dicampur dengan beberapa makanan lain yang akan menambah rasa dan selera. Anda bisa menambahkan telur, irisan daging, alpukat, stroberi, pisang, dan banyak lagi.

sumber : kompas

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...