Langsung ke konten utama

Tips Bangkitkan Semangat di "Hari Kejepit"

Kejenuhan sering datang saat rutinitas kerja. Hari libur merupakan hari yang ditunggu-tunggu untuk melepaskan semua kepenatan pikiran. Bekerja di hari kejepit terkadang membuat semangat menjadi loyo. Lalu bagaimana cara mengatasinya, simak tips berikut ini.

1. Bersyukur atas pekerjaan yang Anda dapatkan
Dengan selalu bersyukur Anda akan lebih mencintai dan menghargai profesi serta lebih semangat bekerja dengan lebih baik lagi. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah dan sesuai dengan kesenangan serta latar belakang pendidikannya.

2. Berpikir sesuatu yang menyenangkan dari pekerjaan Anda
Coba Anda kilas balik pengalaman menyenangkan selama bekerja. Pikirkan dan jadikan motivasi agar lebih semangat dalam bekerja.

3. Tentukan prioritas kerja
Pekerjaan yang menumpuk membuat Anda bingung mengerjakannya. Tentukan tugas yang paling prioritas atau mendesak harus segera diselesaikan. Seperti dalam membuat laporan, kerjakan bagian yang lebih mudah dahulu baru ketingkat yang lebih sulit.

4. Meniru rekan kerja
Anda bisa belajar pada rekan kerja Anda yang selalu semangat dalam bekerja. Tanyakan dan lakukan semua yang dia sarankan.

5. Menikmati pekerjaan
Menikmati pekerjaan yang Anda lakukan akan membangkitkan semangat. Pekerjaan yang ringan akan terasa berat, bila Anda tidak menikmati atau terpaksa melakukan pekerjaan tersebut.

6. Ciptakan Suasana Kerja yang Nyaman
Lingkungan atau suasana kerja yang nyaman bisa mendongkrak kinerja Anda. Tata ulang meja kerja dan pajang foto orang kesayangan yang bisa memberikan semangat dalam bekerja.

7. Pikirkan lagi rencana masa depan Anda
Motivasi bekerja setiap orang berbeda-beda. Ada yang ingin mengembangkan karir, belajar membangun bisnis dan sebagainya. Susun kembali impian yang ingin Anda raih. Agar semangat kerja selalu bangkit untuk mengejar segala impian.

8. Berbagi cerita dengan rekan kerja
Berbagi cerita terkadang bisa membuat pikiran lebih relaks. Dari cerita teman juga bisa saling bertukar pengalaman, informasi dan pemikiran-pemikiran baru yang bisa membakar semangat Anda dalam melakukan pekerjaan di hari kejepit sekalipun.

9. Rencanakan Liburan Anda
Jangan terlalu memusingkan pekerjaan yang sedang Anda hadapi. Berpikirlah bahwa akan ada hari yang akan dijadikan berlibur bersama orang-orang kesayangan Anda. Rancang liburan bersama keluarga atau melakukan berbagai hobi yang Anda sukai.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan juga demikian, dan kebaikan itu juga sebaik perilakunya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua perbuatan itu adalah mereka yang melakukannya hal tersebut. Mereka akan merasakan buahnya seketika itu juga di dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang, serta merasa tenteram dan damai. Ketika kita diliputi kesedihan dan kegalauan dalam hidup, maka berbuat baiklah terhadap sesama, niscaya akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Dengan cara, sedekahilah orang yang fakir, tolonglah orang yang terdzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya kalian akan merasakan kebahagiaan dalam semua kehidupan yang kalian jalani. Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya...