Langsung ke konten utama

Menjadi Seorang Pemimpin Harus Bijak dan Sabar

Di dalam sebuah kelompok atau organisasi, pasti memiliki seorang pemimpin. Tidak ada ceritanya sebuah organisasi atau kelompok tidak memiliki pemimpin. Biasanya organisasi yang tidak memiliki pemimpin di dalam organisasinya, organisasi tersebut tidak akan jalan. Karena tugas pemimpin disini, sangat sederhana sekali yaitu untuk mengatur setiap anggotanya. Bayangkan saja, ada pemimpinnya saja organisasi itu masih bisa kacau, apalagi tidak ada pemimpin pasti akan lebih kacau.

Di dalam sebuah organisasi sendiri terdapat berbagai macam tipe pemimpin. Pertama, pemimpin yang otoriter atau pemimpin yang suka berkuasa dan keputusannya harus dilaksanakan tanpa ada protes dari anggota. Kedua, pemimpin yang arogan atau pemimpin yang lebih mementingkan dirinya sendiri tanpa mendengarkan pendapat anggotanya. Ketiga, pemimpin yang bijak dan sabar atau pemimpin yang suka mendengarkan masukan dari orang lain. Dari ketiga tipe pemimpin yang sudah saya sebutkan, kalian lebih suka tipe pemimpin yang bagaimana? Mau pilih yang pertama, kedua atau ketiga semua terserah pada Anda. Kalau saya pribadi lebih suka tipe pemimpin yang ketiga.

Setiap orang memiliki karakter berbeda-beda, tentunya dalam menyampaikan pendapat juga demikian. Nah, disinilah tugas seorang pemimpin. Harus bisa menjadikan perbedaan itu menuju ke arah yang yang lebih baik. Saya sendiri pernah menjadi seorang pemimpin meski lingkupnya masih terbilang kecil. Besar kecilnya lingkup tidak akan berpengaruh terhadap seorang pemimpin, tergantung bagaimana seorang pemimpin itu menyikapinya.

Dalam tulisan kali ini, saya akan menjelaskan tentang pemimpin yang bijak dan sabar. Sudah dijelaskan di atas kalau pemimpin bijak dan sabar itu pemimpin yang mau mendengarkan pendapat orang lain lalu memusyawarahkannya untuk mencari solusi yang terbaik. Dari sekian banyaknya anggota yang dipimpin, pasti ada anggota yang aktif maupun yang pasif. Ada juga anggota yang suka protes dengan kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemimpinnya. Baik yang aktif, pasif atau bahkan yang suka protes, disinilah peran pemimpin untuk mencari solusi dengan bijak dan sabar.

Pemimpin yang bijak dan sabar tidak harus selalu mengeluarkan emosinya saat anggotanya bandel atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Tapi mensehatinya atau ditanya secara baik-baik alasannya dan tidak langsung memarahinya.

Saya sendiri belum termasuk pemimpin yang bijak dan sabar , tapi mau berusaha mencoba menjadi pemimpin yang bijak dan sabar.

 

Aditya Nusantara

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan juga demikian, dan kebaikan itu juga sebaik perilakunya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua perbuatan itu adalah mereka yang melakukannya hal tersebut. Mereka akan merasakan buahnya seketika itu juga di dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang, serta merasa tenteram dan damai. Ketika kita diliputi kesedihan dan kegalauan dalam hidup, maka berbuat baiklah terhadap sesama, niscaya akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Dengan cara, sedekahilah orang yang fakir, tolonglah orang yang terdzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya kalian akan merasakan kebahagiaan dalam semua kehidupan yang kalian jalani. Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya...