Langsung ke konten utama

Postingan

Harga Tiket Kereta Api Bulan Oktober 2013

Semua keberangkatan dari Stasiun Malang . Stasiun Tujuan Harga Jember Rp 30.000 (Tawang Alun) Banyuwangi Rp 30.000 (Tawang Alun) Kediri Rp 65.000 (Matarmaja, Malioboro Ekspres) Tugu Yogyakarta Rp 80.000 (Malioboro Ekspres) Semarang, Poncol Rp 65.000 (Matarmaja) Semarang, Tawang Rp 140.000 (Majapahit) Bandung Rp 170.000 (Malabar) Jakarta, Pasar Senen Rp 65.000 (Matarmaja) Nganjuk Rp 65.000 (Matarmaja, Malioboro Ekspres) Pekalongan Rp 65.000 (Matarmaja) Blitar Rp 65.000 (Matarmaja, Malioboro Ekspres) Tulungagung Rp 65.000 (Matarmaja, Malioboro Ekspres) Pasuruan Rp 30.000 (Tawang Alun) ...

Sejarah Kereta Api di Indonesia

Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA di desa Kemijen, Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867. Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh de-ngan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 Km, tahun 1870 menjadi 110 Km, tahun 1880 mencapai 405 Km, tahun 1890 menjadi 1.427 Km dan pada tahun 1900 menjad...

Fenomena Mudik

Mudik dengan melibatkan jutaan pemudik di jalan-jalan setiap tahun pada musim (suasana) lebaran merupakan fenomena sosial luar biasa. Tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat menandingi Indonesia dalam memelihara tradisi mudik fenomenal ini. Mudik suatu tradisi yang dikemas dalam suasana religiusitas para penduduknya. Bangsa ini memang sangat kental dengan budaya yang telah mentradisi. Jutaan pemudik baik lewat jalur darat, laut maupun udara menghiasi aktivitas mudik dan arus balik sehari-hari bangsa ini menjelang dan usai hari raya idul fitri yang populer disebut lebaran. Mobilitas yang demikian tinggi itu tentu rentan akan terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Berbagai kasus kriminalitas dan kecelakaan transportasi meningkat tajam dalam situasi seperti ini. Ketersediaan dan kesiap-siagaan petugas dan aparat pemerintah yang berwenang mengatasi persoalan mudik dan arus balik tentu tidak akan berjalan baik tanpa adanya peran serta masyarakat khususnya penumpang / p...

Revolusi Paradigma Pendidikan di Indonesia

Saya menggunakan kata revolusi dalam judul tulisan "Revolusi Paradigma Pendidikan di Indonesia" ini untuk memaknai bahwa diperlukan perubahan sesegera mungkin terkait arah, fokus, cara pandang, cara melihat, perlakuan, mindset masyarakat umum terhadap pendidikan di Indonesia. Seperti kita ketahui titik tekan pendidikan di Indonesia pada peningkatan kuantitatif ketimbang kualitatif. Pemerintah akan senang apabila dari tahun ke tahun kelulusan siswa meningkat, ukuran kuantitatif penguasaan setiap mata pelajaran oleh siswa juga meningkat, dan sejumlah siswa berhasil memenangkan kompetisi internasional terkait dengan ilmu-ilmu eksakta dan atau berbagai mata pelajaran yang dilombakan. Ketercapaian target luaran ini membuat pemerintah bangga, bersemangat mengumumkannya termasuk melalui media massa. Fenomena dan fakta diatas menunjukkan betapa paradigma pendidikan yang memfasilitasi kecermelangan target luaran dalam bentuk data statistik dan angka-angka keunggulan demikian tinggi...

Renungan 68 Tahun Indonesia Merdeka

Indonesia setelah 68 tahun merdeka tentu mengalami banyak perubahan. Memang secara fisik di nusantara ini telah terbebas dari kungkungan dan belenggu penjajah asing terutama Belanda yang menancapkan kolonialisme imperialis di negeri ini beratus-ratus tahun lamanya. Belanda tidak hanya mengambil kekayaan bumi nusantara berupa rempah-rempah, hasil pertanian dan pertambangan yang dibawa ke negerinya tetapi juga melakukan pemiskinan dan pembodohan struktural sehingga rakyat Indonesia hidup memerihatinkan selama penjajahan berlangsung. Kemerdekaan fisik dalam arti angkat kakinya penjajah asing memerintah di Indonesia memang telah lenyap, namun pengaruh penjajahan model baru (yang disebut Bung Karno Presiden pertama kita sebagai neo-imperialisme dan neo-kolonialisme) tak dipungkiri dirasakan oleh kita. Kebengisan, kekejaman, penyiksaan dan pemaksaan (seperti kerja rodi/paksa) terhadap rakyat berlangsung sekian lama dalam masa penjajahan. Kastanisasi, diskriminasi dan pelanggaran hak-hak az...

Runyamnya masalah parkir

Beberapa waktu lalu, sebuah koran Ibukota  pernah memberitakan mengenai karut-marutnya perparkiran di Indonesia sehingga parkir menjadi ladang duit para oknum. Kini, ternyata fenomena kenaikan tarif parkir kembali menyeruak dan saya yakin hal ini akan terus muncul selama sumber masalah tidak kunjung tuntas dibenahi. Apa yang menjadi sumber masalah? Tentu penegakan hukum yang merupakan fokus dari persoalan perparkiran ini. Kita sebagai konsumen perparkiran berada di pihak yang selalu kalah dan dikalahkan. Jika ada barang di dalam kendaraan yang diparkir atau bahkan mobil atau motor kita hilang, siapa yang bertanggung jawab? Telah menjadi rahasia umum kebocoran pemasukan di badan pengelola (BP) perparkiran sangat besar. Banyak sekali pola parkir yang diterapkan kususnya di DKI Jakarta yang hanya menguntungkan pihak swasta. Pengelolaan parkir di mal dan pertokoan serta gedung perkantoran yang dikelola pihak swasta menjadi ladang duit mereka. BP perparkiran hanya menerima persentase ...

Menumbuh-suburkan semangat juang 45

Pekik "Merdeka" pada zaman kemerdekaan memang ampuh ditambah lagi dengan teriakan merdeka atau mati benar-benar menginspirasi dan menggerakkan rakyat Indonesia pada masa merebut dan mempertahankan kemerdekaan menjelang dan tidak lama setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya melalui dwituunggal Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945. Tidak hanya berbentuk terikan lantang tetapi yel-yel "merdeka atau mati" itu juga tertulis dijalan-jalan, gerbonng kereta api, tembok-tembok serta diberbagai penjuru yang membuat suasana kala itu menjadi heroik dan patriotik dalam upaya bangsa Indonesia mengusir penjajah dari persada nusantara ini. Teriakan merdeka yang menggema dan tulisan merdeka atau mati yang ditemui di banyak tempat itu menjadi faktor penting mengobarkan semangat juang bangsa ini. Alhasil, semangat juang rakyat yang dihasilkan dari slogan tersebut di era merebut dan mempertahankan kemerdekaan telah memengaruhi gerak dan langkah masyarakat luas dalam berkiprah...