Langsung ke konten utama

Postingan

Pilot Project Perguruan Tinggi

Seringkali kita mendengar bahwa perguruan tinggi di Indonesia masih belum maju. Berbagai survey menunjukan bahwa, kualitas kampus-kampus di Indonesia belum bisa menandingi perguruan tinggi besar dan maju di dunia. Mengikuti ranking perguruan tinggi di dunia, urutannya masih terlalu jauh, dan bahkan belum tampak di jajaran tingkat dunia. Beberapa saja yang masuk, nomornya jauh di belakang. Melihat prestasi rendah itu, yang banyak dilakukan orang adalah mengrikitk, baik kepada pemerintah dan kepada pengurus kampus. Pemerintah dianggap kurang memperhatikan perguruan tinggi. Demikian pula pemimpin perguruan tingginya dinilai kurang memiliki prakarsa, visi kemajuan, dan seterusnya. Atas penilaian itu, kiranya perlu dilihat secara lebih jernih, apa sebenarnya yang menjadikan perguruan tinggi di Indonesia tidak cepat bergerak maju. Umpama prestasi perguruan tinggi itu dilihat dari aspek kuantitas dan partisipasi masyarakatnya, maka Indonesia akan menjadi jagoan. Kiranya tidak pernah ada s...

Menemukan Kerukunan Umat Beragama

Terkait agama memang berbeda antara di tempat badah dengan di tempat lain, semisal di pasar, di lapangan olah raga, atau di rumah sakit. Di tempat ibadah, semua orang memeluk agama yang sama. Di masjid misalnya, semua adalah muslim. Di gereja, pada saat kebaktian, agama mereka adalah sama, ialah nasrani. Di Vihara, juga demikian, semuanya adalah pemeluk budha, di pura semua beragama Hindu, dan seterusnya. Berbeda dengan di tempat ibadah, di tempat-tempat lain, orang tidak bicara agama. Orang yang sedang menonton sepak bola, tidak perlu menanyakan apa agamanya. Apakah mereka muslim, hindu, budha, nasrani, atau apa saja, tidak merasa perlu dipertanyakan. Para pemainnya juga tidak dipertimbangkan beragama apa, yang terpenting, mereka bisa memainkan bola dengan baik. Orang biasanya tidak peduli dengan agama pemain sepak bola, basket, tenes meja, dan lainnya. Pertandingan sepak bola, basket, tenes meja, dan lain-lain, antar penganut agama juga tidak pernah terjadi. Misalnya pertandingan...

Cinta, Perjuangan, dan Pengorbanan

Pagi ini, muncul dalam ingatan saya tentang tiga kata yang berbeda tetapi saling bersinggungan erat, yaitu cinta, perjuangan, dan pengorbanan. Tatkala seseorang mencintai sesuatu, maka selalu saja ingin mendekat, dan bahkan memilikinya. Seorang yang mencintai lawan jenisnya, maka akan berusaha mendekat dan juga memiliki. Manakala usaha itu tidak mudah dilakukan, maka ia berusaha berjuang dan bahkan jika perlu, apapun dikorbankan untuk memenuhi tuntutan batinnya itu. Sebagai contoh sederhana, kita seringkali melihat perilaku seorang anak laki-laki yang sangat mencintai seorang anak perempuan. Apapun dilakukan demi cintanya itu. Umpama saja orang tuanya tidak menyetujui suara batinnya itu, ia tidak akan segera menyerah, melainkan akan berjuang hingga halangan itu bisa ditaklukkan. Cinta tidak bisa dihalangi dengan larangan, peraturan, ancaman, hukuman, undang-undang, dan bahkan resiko apapun. Seseorang bersedia melakukan apa saja demi memenuhi cintanya. Tembok yang tinggi akan dilomp...

Pemimpin Islam

Menjelang pemilihan presiden pada tahun 2014 mendatang, ternyata belum ada seorang pun yang berani menyatakan diri sebagai calon presiden oleh karena merasa dikenal sebagai tokoh Islam. Sekalipun ada beberapa partai politik yang mengusung simbol-simbol Islam, seperti PPP, PKB, PAN, PBB, dan PKS tetapi belum ada tokohnya yang mendeklarasikan diri sebagai calon presiden RI. Semua calon yang telah menyatakan diri siap menjadi presiden, sekalipun muslim, tidak pernah menyatakan diri sebagai tokoh Islam. Mereka itu juga berangkat dari partai politik yang tidak membawa-bawa nama agama, seperti Golkar, Gerindra, Hanura, Nasdem, PDI-P, dan lainnya. Ada pula beberapa orang dari luar partai yang menyatakan diri siap menjadi calon presiden, tetapi lagi-lagi juga tidak menyebut sebagai tokoh Islam, misalnya Prof. Mahfudz MD, dan lainnya. Mungkin ada beberapa sebab, mengapa tidak muncul seseorang calon presiden yang mengatasnamakan sebagai tokoh Islam. Pertama , sudah tidak ada lagi orang yang ...

Sosok Muslim Ideal

Ada pertanyaan sederhana tentang siapa sebenarnya muslim yang ideal itu. Rupanya penanya itu bukan sekedar berbasa-basi untuk menggoda, tetapi bersungguh-sungguh ingin tahu, siapa sebenarnya orang yang disebut muslim ideal itu. Sekalipun pertanyaan ini sederhana, tetapi tidak mudah menjawabnya. Sebab, mereka mengetahui sehari-hari tentang kehidupan pemeluk agama Islam dan bahkan dirinya sendiri juga seorang muslim. Oleh karena yang diinginkan adalah sosok muslim ideal, maka saya tunjukkan bahwa, seorang muslim ideal, tidak ada lain kecuali Muhammad SAW, yaitu seorang pembawa ajaran Islam itu sendiri. Keber-Islaman utusan Allah ini adalah sempurna atau disebut sebagai ideal. Nabi adalah maksum, atau terpelihara dari kesalahan. Maka, keber-Islamannya tidak pernah salah. Tentu yang dimaksudkan ideal itu bukan sesempurna nabi, tetapi adalah pengikut nabi. Maka jawaban saya juga sederhana, adalah para keluarga dan sahabat nabi. Namun rupanya jawaban yang saya berikan itu juga kurang mem...

Baca Alquran, Pahami dan Amalkan Isinya

Kedatangan Ust. Yusuf Mansur di UIN Maliki kali ini lagi-lagi membikin para jama'ah shalat Jumat di Masjid Tarbiyah tercengang dengan khutbahnya (7/6). Dalam isi ceramahnya, Ust. Yusuf Mansur mengajak para jamaah, khusunnya mahasiswa UIN Maliki untuk senantiasa membiasakan diri membaca Alquran. Anjuran yang disampaikannya pun sangat sederhana yaitu hanya membaca bukan menghafal, membaca yang dimaksud dilakukan dengan barulang-ulang. Membaca satu ayat Alquran harus dibaca hingga 20 kali setelah itu dinaikkan lagi jumlahnya menjadi 40, atau bahkan 400 kali. " Jika cara membaca Alquran seperti ini antum lakukan ane jamin hafal tanpa harus menghafal ," terangnya serius. Cara membaca berulang-ulang tersebut bisa membuat pembaca hafal dengan sendirinya, dan kalau bisa mahasiswa UIN Maliki tidak hanya baca. Namun, juga memahami arti dan tafsirnya. " Jika ini dilakukan ane yakin kalian akan dicintai Allah dan dunia akan tunduk pada orang-orang yang selalu menjaga dan m...

FE Kenalkan Danareksa Online

Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang kali ini mengadakan seminar nasional di Gedung C Lt.3. Seminar Nasional kali ini mengenalkan Danareksa Online dalam rangka sertifikasi pasar modal tahun 2013. Hadir sebegai pembicara Ratri Setyarini (Danareksa Investment management) dan Syaifudin Zuhri (Danareksa Skuritas). Menurut Ratri, Transaksi Saham, Obligasi dan Reksa Dana secara langsung dalam satu rekening Danareksa Sekuritas dengan deposit minimal hanya 5 juta Rupiah saja sementara t ransaksi Reksa Dana secara Online berbasis web mulai dari 100 ribu Rupiah saja di Danareksa Investment Management dengan metode pembayaran yang mudah dan nyaman. Tidak hanya itu, Danareksa Investment Management (atau yang dikenal dengan DIM) adalah anak perusahaan dari PT Danareksa (Persero). Didirikan pada tahun 1992, tugas utama DIM saat itu adalah mengelelola "cikal bakal" Reksa Dana yang dikenal dengan Sertifikat Danareksa, yang sebelumnya dikelola oleh perusahaan induknya. DIM adalah Manag...