Langsung ke konten utama

Baca Alquran, Pahami dan Amalkan Isinya

1 yusuf mdsc_0471

Kedatangan Ust. Yusuf Mansur di UIN Maliki kali ini lagi-lagi membikin para jama'ah shalat Jumat di Masjid Tarbiyah tercengang dengan khutbahnya (7/6).

Dalam isi ceramahnya, Ust. Yusuf Mansur mengajak para jamaah, khusunnya mahasiswa UIN Maliki untuk senantiasa membiasakan diri membaca Alquran. Anjuran yang disampaikannya pun sangat sederhana yaitu hanya membaca bukan menghafal, membaca yang dimaksud dilakukan dengan barulang-ulang. Membaca satu ayat Alquran harus dibaca hingga 20 kali setelah itu dinaikkan lagi jumlahnya menjadi 40, atau bahkan 400 kali. "Jika cara membaca Alquran seperti ini antum lakukan ane jamin hafal tanpa harus menghafal," terangnya serius.

Cara membaca berulang-ulang tersebut bisa membuat pembaca hafal dengan sendirinya, dan kalau bisa mahasiswa UIN Maliki tidak hanya baca. Namun, juga memahami arti dan tafsirnya. "Jika ini dilakukan ane yakin kalian akan dicintai Allah dan dunia akan tunduk pada orang-orang yang selalu menjaga dan mengamalkan isi Alquran," katanya.

Setelah memahami isi kandungan isi Alquran, hendaknya harus bisa mengamalkan sedikit demi sedikit apa yang diserukan dalam Alquran.

Menjadi mahasiswa, kata dia, jangan hanya kuliah untuk memenuhi SKS saja. Akan tetapi, hendaknya bisa memanage waktunya untuk memperbanyak baca Alquran. "Saya yakin jika diwaktu senggang dimanfatin untuk membaca dan memahami isi Alquran anda akan menjadi mahasiswa yang memiliki kelebihan tesendiri," ungkapnya.

Masih kata Ust. Yusuf Mansur, kuliah jangan hanya memiliki cita-cita untuk mencari pekerjaan yang layak. Namun, jadilah mahasiswa yang bisa menaklukan isi dunia dengan ilmu yang kamu miliki. Sehingga, jika begitu, kamu tidak akan menjadi buruh orang-orang berduit yang memiliki perusahaan besar. Allah SWT telah berjanji dalam Alquran bahwa Allah akan mengangkat derajatnya orang-orang yang beriman dan berilmu. "Itu sudah menjadi janji Allah kepada hambanya yang beriman dan berilmu," terangnya tegas.

Bagi yang memiliki ilmu Alquran hendaknya mereka mengajarkan kepada orang lain, karena sebaik-baiknya orang adalah orang yang mengerti ilmu Alquran dan mau mengamalkan dan mengajarkaanya pada orang lain. "Subahanallah, semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita semua untuk senantiasa menjalankan apa yang diperintahkan dan menjahui apa yang menjadi larangan-Nya," pungkasnya.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...