Langsung ke konten utama

Makan Cabe Berlebihan Bisa Bikin Lidah Mati Rasa

cabe

Mengonsumsi cabai berlebihan berisiko untuk kesehatan karena senyawa capsaisin yang menciptakan rasa pedas menyebabkan mati rasa di lidah dan mulut, kata Dr Grace Judio-Kahl ahli fisiologi lulusan Universitas Tubingen Jerman.

"Capsaisin yang bikin kita kepedasan itu bisa membuat perasa di lidah mati," kata Grace dalam diskusi Bersama Sunpride Mendorong Masyarakat Meningkatkan Konsumsi Buah di Jakarta, Sabtu.

Grace mengatakan lidah yang terbiasa dengan citarasa pedas yang luar biasa dari cabai dan produk turunannya menjadi tidak peka terhadap rasa lain. "Kebanyakan makan cabai juga membuat lidah sulit mengecap makanan dengan rasa yang halus," katanya.

Konsumsi cabai berlebihan juga menyebabkan rasa panas pada mulut hingga ke saluran pencernaan dan pembuangan pada tubuh. Grace mengatakan vitamin C yang terkandung dalam cabai masih di bawah kadar vitamin yang terkandung pada buah.

"Vitamin C dalam cabai memang lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran lain, namun jika dibandingkan, buah tetap lebih tinggi dari cabai," katanya. Selain menyebabkan mati rasa lidah, kata Grace, capsaisin juga memicu diare kendati konsumsi cabai bisa meningkatkan metabolisme tubuh sebanyak 2 sampai 3 persen.

sumber : Okezone.com

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...