Langsung ke konten utama

UIN Maliki Malang Bebas Narkoba

GEMA-Dukungan BNN Kota Malang kepada sivitas akademika UIN Maliki agar terbebas dari narkoba terus dilakukan. Sejak BNN melakukan tes urin secara mendadak pada Maret lalu, UIN Maliki dinyatakan kampus yang bebas dari narkoba. Pernyataan itu didasari dari hasil tes secara random kepada mahasiswa, karyawan maupun dosen. Hari ini, Senin (8/4) Kepala BNN Kota Malang Henndry Budiman secara resmi menyerahkan plang bebas narkoba serta sertifikat bebas narkoba yang diserahkan langsung kepada Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo di ruang kerjanya gedung Rektorat Lt.1.

Henndry Budiman mengatakan bahwa pihaknya sangat prihatin sekali terhadap nasib generasi muda bangsa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh UI bekerja sama dengan BNN diperoleh fakta yang cukup mengejutkan. Hasil penelitian mengungkap bahwa tahun 2012 ada 4 juta jiwa yang positif mengkonsumsi barang haram tersebut.

Meski begitu, kata dia, BNN akan terus berusaha untuk melakukan pencegahan agar angka tersebut bisa berkurang dan terus berkurang dari tahun ke tahun. “Target kami, tahun 2015 Indonesia bisa menjadi negara yang bebas dari narkoba,” harapnya.

Selama ini, ungkapnya, pasokan barang terlarang tersebut banyak dikirim dari Iran, Cina, dan Malaysia. Untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh muda mudi maupun masyarakat Indonesia tentunya harus ada kerjasama antara masyarakat dan lembaga baik di instansi pemerintahan maupun swasta untuk terus berupaya melakukan pencegahan.

“Kami berharap dukungan dari kampus bisa trus dilakukan dan lakukan secara mandiri agar mahasiswanya terbebas dari narkoba,” harap Bapak lulusan Universitas Bhayangkara tersebut.

BNN Kota Malang yang beralamatkan di Jl. Mayjen Sungkono No.55 Kota Malang, memang masih tergolong lembaga baru yang bersifat independen berada digaris vertikal di bawah Presiden langsung berdasarkan Undang-undang No. 35 Tahun 2009. “BNN bukanlah lembaga yang hebat, akan tetapi akan jadi hebat jika didukung dari berbagai lini baik di tingkat masyarakat, instansi pemerintah maupun swasta,” ungkapnya serius.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. H. Imam Suprayogo merasa kecolongan. Pasalnya, bapak kelahiran Trenggalek itu tidak tahu kalau BNN melakukan tes urin di UIN Maliki dan saya baru tahu pagi ini (8/4) kalau UIN Maliki dinyatakan bebas Narkoba. “Saya merasa bahagia sekali mendengar hasil tes narkoba yang dilakukan BNN Kota Malang bahwa UIN zero narkoba,” tegasnya.

UIN Maliki sangat mendukung sekali terhadap tindakan BNN untuk memberantas pecandu narkoba, dan kampus ulul albab ini pun akan bersikap tegas jika ada mahasiswanya yang terjangkit barang haram tersebut. “Jika ada mahasiswa UIN Maliki ketahuan mengkonsumsi narkoba maka saya keluarkan dia dari kampus ini,” pungkasnya tegas.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...