Langsung ke konten utama

Hasil Akreditasi Beberapa Perguruan Tinggi Tahun 2013

Nama Perguruan Tinggi Peringkat Nomor SK
Universitas Pelita Harapan, Tangerang B 056/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Institut Teknologi Telkom Bandung, Bandung B 057/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yogyakarta B 058/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Semarang B 059/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta B 060/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta A 061/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung B 062/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang B 063/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Surabaya, Surabaya B 064/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta A 065/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Institut Teknologi Bandung, Bandung A 066/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Institut Pertanian Bogor, Bogor A 067/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta A 068/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Indonesia, Jakarta A 069/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, Jakarta B 070/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, Medan C 071/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Islam Malang, Malang B 071/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Islam Negeri Sharif Hidayahtullah, Jakarta B 073/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Muhammadiyah Malang, Malang A 074/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta B 075/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sukoharjo B 076/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Negeri Surabaya, Surabaya B 077/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Negeri Semarang, Semarang B 078/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Hasanuddin, Makassar A 079/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Nasional, Jakarta B 080/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga B 081/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Pancasila, Jakarta B 082/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Sumatera Utara, Medan B 083/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Haluoleo, Kendari C 084/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013
Universitas Diponegoro, Semarang B 085/SK/BAN-PT/Ak-IV/PT/II/2013

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...