Langsung ke konten utama

Merasakan Indonesia di Udara

menu pesawat

JAKARTA - Ketika jauh dari tanah air, kerinduan akan Indonesia bisa sedikit terobati walaupun tengah berada di ketinggian udara, melalui pelayanan yang diberikan maskapai nasional Garuda Indonesia. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar, ciri khas dan identitas bangsa Indonesia harus menjadi bagian dari pelayanan Garuda.

"Ini visi kami, membawa penumpang merasakan Indonesia di udara, bagi penumpang dalam negeri akan merasakan seperti di rumah. Sedang penumpang luar negeri dapat merasakan Indonesia bahkan sebelum menginjakkan kaki di tanah air. Mereka bisa merasakan Indonesia sejak di udara," tutur Emirsyah selesai peluncuran album ketiga Garuda Indonesia "The Sound of Indonesia", Rabu (8/10/2014).

Visi ini kemudian direalisasikannya sejak 2009 lalu melalui program "Garuda Indonesia Experience". Dengan program ini, pelayanan mengedepankan budaya dan keramahtamahan Indonesia. Serta menyajikan aspek-aspek dengan ciri bangsa melalui kelima panca indera, yaitu sight, sound, taste, scent, dan touch untuk diimplementasikan dalam layanan sebelum penerbangan, selama di udara, dan bahkan setelahnya.

"Penumpang dapat merasakannya mulai dari interior pesawat yang memadukan warna dan motif tradisional Indonesia, d iantaranya motif 'gedek' pada dinding pemisah ruang kabin di pesawat, seragam batik yang dipakai awak kabin, lagu-lagu tradisional Indonesia yang telah diaransemen ulang, makanan dan minuman khas Indonesia serta aromaterapi dari tumbuhan asal Indonesia," tambah Emir.

Upaya peningkatan pelayanan tersebut mampu menjadikan Garuda diperhitungkan di mata internasional. Seperti penghargaan "The World's Best Best Cabin Staff" atau penghargaan awak kabin terbaik oleh majalah Skytrax London, pada Juni 2014 yang lalu.

"Apresiasi saya sebesar-besarnya untuk Garuda, maskapai ini sudah mulai jadi maskapai pilihan dan prioritas. Mungkin salah satu hal lain yang dimiliki Garuda ialah keramahan dan kehangatan awak kabin," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, di kesempatan yang sama.

"Percaya atau tidak, perilaku ramah, hangat dan tulus menjadi ciri orang Indonesia, dan Garuda berhasil membawa di dalam pelayanannya hingga penumpang dapat merasakan Indonesia yang sesungguhnya. Bagi penumpang, hal ini bisa membekas sehingga menjadikan Garuda sebagai pilihan," ungkapnya.

sumber : kompas

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...