Langsung ke konten utama

4 Alasan Mengapa Setiap Wanita Harus Pakai Makeup

model perempuan

Siapa saja yang masih anti pakai makeup dan takut dibilang menor kalau pakai makeup? Padahal memakai makeup tidak harus selalu menor atau seperti artis yang sedang menyanyi di atas panggung. Makeup sebenarnya dapat membantu wanita memancarkan kecantikan tanpa kesan berlebih. Maka jangan takut memakai makeup, karena inilah beberapa alasan Anda harus bersahabat dengan makeup.

Tampil Natural Tetap Butuh Bantuan Makeup

Penampilan artis-artis seolah tanpa makeup, namun senatural apapun penampilan mereka, perhatikan lagi! Mereka tetap memakai makeup. Wajah yang fresh dan segar tanpa lingkar mata hitam, bibir lebih merona alami dan makeup mata yang natural, semua membuat Anda cantik tanpa kesan menor.

Tampak Lebih Profesional

Jika Anda akan bekerja, maka penampilan calon pegawai wanita yang memakai makeup natural dan calon pegawai yang tidak memakai makeup, ada penilaian berbeda. Wanita yang bisa memakai makeup dengan pas akan menunjukkan dirinya lebih profesional, apalagi jika Anda akan bekerja di tempat yang mengutamakan penampilan yang baik.

Menghormati Orang Yang Mengundang Anda

"Ah kan ini pernikahan teman sendiri, nggak usah pakai makeup, ribet!" mungkin begitu pikir Anda. Namun lihatlah ke belakang, orang yang mengundang Anda dalam acara formal apapun, pasti sudah mempersiapkan acara tersebut berbulan-bulan, menyita tenaga dan pikiran mereka. Maka tak ada salahnya meluangkan waktu 30 menit untuk memakai makeup alami dan membuat penampilan Anda spesial sebagai tanda Anda menghormati orang yang mengundang Anda.

Membuat Wanita Lebih Percaya Diri

Wanita yang memakai makeup cenderung lebih percaya diri dan tahu apa yang terbaik untuk mereka. Selain itu, orang lain akan melihat Anda sebagai wanita yang bisa merawat diri dengan baik. Selama makeup yang Anda pakai natural dan tidak berlebih, penampilan Anda pasti lebih fresh.

Jadi, jangan ragu memakai makeup!

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan juga demikian, dan kebaikan itu juga sebaik perilakunya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua perbuatan itu adalah mereka yang melakukannya hal tersebut. Mereka akan merasakan buahnya seketika itu juga di dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga mereka pun selalu lapang dada, tenang, serta merasa tenteram dan damai. Ketika kita diliputi kesedihan dan kegalauan dalam hidup, maka berbuat baiklah terhadap sesama, niscaya akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Dengan cara, sedekahilah orang yang fakir, tolonglah orang yang terdzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya kalian akan merasakan kebahagiaan dalam semua kehidupan yang kalian jalani. Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya...