Langsung ke konten utama

Tips Memakai Hijab dan Menyiasati Pakaian Motif Garis

trik-memakai-hijab-dan-menyiasati-pakaian-motif-garis

Baju bergaris memang masih menjadi salah satu fashion item yang diincar oleh para wanita. Simple dan tidak berlebihan memang menjadi kelebihan dari baju dengan motif garis ini. Terlebih, baju ini juga cocok untuk semua bentuk badan, dengan pengaplikasian yang tepat tentunya. Jika Anda berbadan kurus, pilihlah baju dengan garis dengan ukuran yang kecil. Begitu juga untuk Anda yang bertubuh ekstra, motif garis besar cocok untuk Anda.

Tidak jarang juga motif garis disandingkan dengan motif polkadot. Pada dasarnya, 'aturan' untuk kedua model ini sangat mirip, harus disesuaikan dengan bentuk badan. Untuk hijabist, Anda mungkin akan sedikit bingung jika memakai baju atau dress dengan motif garis. Pakai hijab motif atau polos? Jadi dilematis.

  • Motif Hijab
    Lebih baik gunakan hijab dengan motif polos, ini akan 'meredam' efek garis yang ada pada pakaian
  • Aksesoris
    Pasangkan baju motif garis dengan aksesoris yang bold atau menonjol. Bisa secara ukuran atau warna
  • Warna Hijab
    Untuk hijabis, pilih hijab dengan warna lembut untuk tujuan yang sama yaitu 'meredam' efek garis yang ada pada pakaian

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...