Langsung ke konten utama

Kenali Tanda Gusi Berdarah

Kesehatan gigi dan mulut mungkin belum terlalu diperhatikan dengan baik oleh banyak orang. Bagian tubuh yang ada di wajah merupakan indera pengecap yang penting untuk mengunyah makanan yang kita makan.

Jika kesehatan gigi dan gusi dalam mulut tidak diperhatikan, penyakit yang cukup mengganggu seperti gusi berdarah akan bisa dengan mudah menjangkiti anda. Mungkin belum banyak yang mengetahui tentang penyakit gusi ini. Berikut adalah beberapa penjelasan tentang penyakit gusi berdarah.

Penyebab

Banyak orang yang menyepelekan kegiatan menyikat gigi rutin sebelum tidur. Padahal, lalai menyikat gigi apalagi sebelum tidur akan menyebabkan berbagai macam bakteri bersarang di dalam mulut.

Bakteri-bakteri yang ada di dalam mulut tersebut akan lebih aktif dan merusak gusi pada malam hari. Kerusakan gusi akibat bakteri ini akan menyebabkan gusi berdarah saat digosok. Seringkali hal ini terjadi tanpa menimbulkan rasa sakit sehingga dianggap sepele.

Sisa-sisa makanan yang ada di dalam mulut akan membentuk plak yang menjadi tempat berkembang biak bakteri. Semakin banyak plak yang tumbuh karena kebiasaan tidak menggsok gigi ini makan akan semakin parah penyakit gusi berdarah yang terjadi.

Pengobatan

Gusi berdarah ini memiliki penanganan yang berbeda tergantung dengan tingkat keparahan yang terjadi. Jika penyakit gusi berdarah ini baru mencapai level plak, maka pengobatan dengan scaling akan menjadi solusi yang sesuai.

Penanganan penyakit ini akan berbeda jika plak sudah terlanjur menjadi karang dan menyerang gusi, maka penanganan periodental harus dilakukan. Anda akan lebih mudah memilih jenis pengobatan setelah berkonsultasi dengan dokter gigi.

Pencegahan

Setelah mengetahui tentang penyebab dari penyakit gusi berdarah ini, anda pasti membutuhkan kegiatan pencegahan. Salah satu cara untuk mencegah gusi berdarah adalah dengan rutin menggosok gigi setiap hari termasuk sebelum tidur.

Tidak hanya menggosok gigi agar sisa makanan menjadi hilang, menggunakan benang gigi atau biasa disebut dental floss akan lebih membersihkan sela-sela gigi dengan baik. Sisa makanan yang ada di sela-sela gigi akan bisa terangkat.

Itulah beberapa penjelasan tentang penyebab, cara pengobatan, dan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari gusi berdarah. Memeriksakan kesehatan gigi dan gusi secara rutin ke dokter gigi akan melengkapi langkah pencegahan anda.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...