Langsung ke konten utama

Tips Membeli Jajanan di Pinggir Jalan

Jajanan pinggir jalan memang terkadang sangat menggiurkan. Apalagi jika sedang berpelesir atau jalan-jalan. Makanan yang dijajakan di kaki lima tersebut pastinya lebih menghemat kantong daripada makan di restoran.

Menyantap kenikmatan kuliner di pinggir jalan, jangan lupa pula untuk memperhatikan kehigienisan/kebersihan makanan demi kesehatan perut.

Perhatikan kultur masyarakat setempat dan cari tahu dimana masyarakat sering berkumpul menghabiskan waktu untuk jajan. Kemudian anda dapat menjelajahi makanan pinggir jalan tersebut saat mereka sibuk dengan kegiatan lain. Dengan demikian, anda bisa mendapatkan makanan segar dengan jumlah antrean pengunjung tak terlalu banyak.

Kebersihan makanan

Jika memungkinkan, intip setiap bahan makanan yang disajikan. Apakah bungkus makanan bersih, makanan dingin disimpan di lemari es dengan baik, dan bahan mentah dipisahkan dengan makanan yang telah masak.

Membawa peralatan makan sendiri

Kita tidak pernah tahu apakah sendok atau garpu yang digunakan telah dicuci dengan bersih. Ada baiknya mempersiapkan dengan membawa alat makan sendiri untuk menjaga kebersihan.

Lihat makanan yang sedang dimasak

Biasanya penjual makanan di pinggir jalan mengolah makanannya secara terbuka. Sehingga Anda bisa mengecek sendiri proses makanan yang dimasak. Bagaimana ia mengolah makanan yang berasal dari daging mentah, atau minuman dengan es.

Mengonsumsi jajanan sehat

Tidak ada salahnya untuk memilih-milih jajanan apa yang akan dibeli. Karena tidak semua makanan yang dijajakan menyehatkan. Cobalah untuk membeli yang berbahan sayur atau buah.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...