Langsung ke konten utama

Postingan

Kisah Sedekah Wanita Kaya Pada 3 Orang Miskin

Bersedekah itu bisa menjadi penolak bala. Sudah banyak kisah keajaiban sedekah yang membawa seseorang pada kebaikan dan keselamatan, bukan pada kemiskinan. Pernah tidak Anda memilih untuk tidak memberi uang sedekah pada pengemis karena menganggap bahwa banyak pengemis itu berpura-pura miskin? Ironis memang tapi hal ini cukup banyak di lingkungan masyarakat kita saat ini. Seperti kisah yang satu ini. Ada seorang wanita kaya yang sedang menikmati pemandangan di taman. Tak berapa lama, seorang anak yang lusuh duduk di sebelahnya. Ia tidak bicara dan tidak pula melihatnya. Hanya saja bocah itu memegangi perutnya, sepertinya ia kelaparan. Wanita itu meliriknya dengan risih, setelah beberapa lama ia meninggalkannya. Sambil berjalan ia membatin, "Anak jaman sekarang sudah diajari mengemis dan mengiba-iba. Aku tidak akan membiarkan sedekahku dimakan orang yang tak seharusnya." Wanita itu lalu duduk di dekat air mancur. Ia merasa tenang dengan suara gemericik air. Namun tern...

6 Masalah Cinta di Usia 25

Sebuah survei dari situs kencan online di Amerika Serikat, Match.com menyebutkan bahwa di usia 25 tahun ke atas, seorang perempuan mulai memandang hidup dengan jangka panjang. Kriteria laki-laki idaman pun tak hanya dilihat dari tampilan fisik yang memukau, namun juga kecocokan seksual. “Dalam memilih pasangan, perempuan akan menilai apakah si dia adalah pria yang dapat memberi nilai lebih, atau justru membebani. Mereka ingin mencari pria yang bisa menjadi mitra, sehingga nantinya anak-anak mereka dapat memiliki kehidupan yang baik,” ujar Dr Karen Ruskin, seorang psikoterapis keluarga dan pernikahan. Banyak yang bilang usia 25 rentan mengalami krisis diri, terutama menyangkut soal cinta. Ini dia 6 masalah cinta di usia 25. 1. Krisis diri Umumnya orang-orang yang menginjak usia 25 tahun ke atas akan merasakan adanya krisis pada diri sendiri.  Ini adalah masa transisi, dimana Anda mulai memasuki fase dewasa, sehingga tanggung jawab semakin besar. Tak hanya krisi...

5 Tips Agar Perut Tak Gampang Lapar

Maksud hati membatasi kalori, apa daya perut terus menerus keroncongan. Perut yang cepat lapar kembali walau sudah diisi memang menjadi keluhan banyak orang. Jika diabaikan, kondisi ini bisa membuat kita sulit berkonsentrasi. Tapi jika dituruti, bisa-bisa jarum timbangan terus bertambah. Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah perut tak mudah lapar. 1. Olahraga Cukup banyak orang yang justru makan lebih banyak setelah berolahraga. Malah, jumlah kalori yang masuk lebih besar dari yang baru dibakar. Sebenarnya lingkaran ini bisa diputus dengan melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan atau menganggap kegiatan olahraga sebagai sesuatu yang fun. Cukup banyak aktivitas fisik yang sebenarnya membakar kalori tapi tak terasa "berat" seperti olahraga, misalnya saja menari, berjalan kaki, naik sepeda, berenang, dan masih banyak lagi. Walau kalori yang dibakar tak sebanyak jika Anda berolahraga di gym, tapi jika dilakukan rutin setiap hari tentu hasilnya tak...

Istanbul, Kota Segala Kota

Nama awal kota ini Byzantium berubah jadi Konstantinopel ketika Turki di bawah kekaisaran Romawi Kuno, kemudian jadi Istanbul sebagai ibu kota Kekaisaran Usmani setelah ”Sang Penakluk” Sultan Mehmed II tahun 1453 merebutnya. Ketika modernisme Turki membentuk republik tahun 1923 dengan Mustafa Kemal Attaturk sebagai Presiden Turki yang pertama, ibu kota Turki dipindahkan ke Ankara. Nama Istanbul tetap, dengan sebutan baru Kota Segala Kota. Tidak lagi jadi ibu kota, tetapi toh pamornya tak kalah impresif dibandingkan dengan Ankara. Memasuki Istanbul, pelancong dihadapkan pada sejumlah reruntuhan benteng batu bata merah, sisa Tembok Theodosius, sisa sistem pertahanan kota abad ke-4. Benteng ini terdiri atas tembok dalam dan tembok luar. Tembok dalam dengan ketebalan 5 meter di bagian bawah dan menjulang sampai setinggi 12 meter, yang diapit 96 menara setinggi 18-20 m dengan masing-masingnya berjarak 55 m (John Freely, Istanbul: The Imperial City, 1996). Reruntuhan bekas...

Tips Fashion Tetap Nyaman Saat Mudik Lebaran

Mudik lebaran atau melakukan perjalanan panjang bisa terasa sangat menyiksa ketika kita memakai baju yang salah. Kenyamanan dalam berpakaian dapat menjadi faktor yang paling menentukan apakah perjalanan tersebut bisa berjalan menyenangkan atau tidak. Nah, agar perjalanan Anda tetap terasa nyaman dan tidak saltum atau salah kostum, ikuti beberapa tips dari Vemale berikut ini. Gunakan Pakaian Berlapis Pashmina, syal, kardigan, sweter, jaket tipis, atau rompi? Anda bisa pilih apa saja untuk melapisi baju Anda. Jika Anda akan naik pesawat atau melakukan perjalanan panjang, cuaca bisa jadi tak terprediksi. Bisa jadi Anda merasa kedinginan di tengah jalan dan pakaian berlapis bisa sangat membantu Anda. Baju dengan Bahan yang Tidak Panas Pilihlah baju dengan bahan atau kain yang tidak panas seperti kain katun, sutra, atau linen. Pastikan bahan pakaian yang Anda gunakan bisa menyerap keringat dengan baik dan bisa membuat sirkulasi udara tetap lancar di dalam tubuh. Kenakan Kaos K...

4 Alasan Mengapa Setiap Wanita Harus Pakai Makeup

Siapa saja yang masih anti pakai makeup dan takut dibilang menor kalau pakai makeup? Padahal memakai makeup tidak harus selalu menor atau seperti artis yang sedang menyanyi di atas panggung. Makeup sebenarnya dapat membantu wanita memancarkan kecantikan tanpa kesan berlebih. Maka jangan takut memakai makeup, karena inilah beberapa alasan Anda harus bersahabat dengan makeup. Tampil Natural Tetap Butuh Bantuan Makeup Penampilan artis-artis seolah tanpa makeup, namun senatural apapun penampilan mereka, perhatikan lagi! Mereka tetap memakai makeup. Wajah yang fresh dan segar tanpa lingkar mata hitam, bibir lebih merona alami dan makeup mata yang natural, semua membuat Anda cantik tanpa kesan menor. Tampak Lebih Profesional Jika Anda akan bekerja, maka penampilan calon pegawai wanita yang memakai makeup natural dan calon pegawai yang tidak memakai makeup, ada penilaian berbeda. Wanita yang bisa memakai makeup dengan pas akan menunjukkan dirinya lebih profesional, apalagi jika Anda...

Belajar Menerima Kekalahan Sejak Kecil Lebih Bahagia Saat Dewasa

Penting bagi anak-anak untuk memiliki kemampuan mengatasi kekalahan dan kekecewaan. Semua orangtua tentunya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Ingin anak sukses dan bahagia. Namun untuk menjadi orang dewasa yang bahagia, anak-anak harus belajar menerima kekalahan dan mengatasinya. Sebagai orangtua, tugas Anda adalah mendampingi mereka dalam menjalani proses tersbut. Ada tiga hal yang menjadi alasan mengapa latihan menerima kekalahan harus dilakukan sejak dini. 1. Kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang diinginkan Seberapa pun kerasnya usaha anak Anda untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, upaya tersebut takkan selalu berbuah manis. Berusaha maksimal untuk mendapatkan apa yang diinginkan memang sah saja. Namun kita juga perlu menekankan pada anak bahwa hasilnya bisa bermacam-macam kadang tak sesuai harapan. Nah, menjadi tugas orangtua untuk membantu anak mengatasi situasi ini dengan cara konstruktif. Orangtua harus bisa melatih anak kapan harus mundur dan membiarkan s...