Langsung ke konten utama

The Avengers



Film ini diawali oleh divisi pertahanan internasional yang disebut S.H.I.E.L.D melakukan percobaan terhadap kubus yang bernama Tesseract. Kubus itu dipercaya oleh ilmuwan S.H.I.E.L.D dapat mengeluarkan energi yang tak terhingga. Makanya, divisi pertahanan tersebut mencoba mengeksplorasi kekuatan yang ada di dalam kubus tesseract tersebut. Tapi entah kenapa tiba-tiba kubus itu mulai tidak bisa dikendalikan dan muncullah Loki (Tom Hiddleston) yang datang dari dimensi lain yang disebut Asgard.

Saat kondisi dunia mulai terancam ketua divisi pertahanan internasional yang diberi S.H.I.E.L.D Nick Fury (Samuel L. Jackson) memutuskan untuk meminta bantuan para superhero untuk menangkap Loki yang membawa kabur Tesseract. Loki sendiri merupakan adik dari Thor (Chris Hemsworth) sang dewa petir.

Melihat kondisi dunia yang sedang genting, akhirnya Hawkeye (Jeremy Renner), Natasha Romanoff/Black Widow (Scarlett Johansson), Bruce Banner/Hulk (Mark Ruffalo), Captain America (Chris Evans), Tony Stark/Iron Man (Robert Downey Jr.) dan Thor bergabung di markas S.H.I.E.L.D dalam sebuah misi yang diberi nama Avengers.

Ketika keadaan bumi semakin terancam setelah Loki berhasil membuka akses antara bumi dan planet asalnya yang disebut Asgard. Ribuan prajurit Loki berdatangan ke bumi dan langsung menyerang kota New York, Amerika Serikat dengan membabi buta. Dari sanalah pertarungan Hawkeye, Natasha Romanoff, Bruce Banner, Captain America, Thor, dan Tony Stark dimulai dengan pimpinan Captain America.

Kerjasama antara Hawkeye, Natasha Romanoff, Bruce Banner, Captain America, Thor, dan Tony Stark ternyata tidak selalu berjalan mulus. Mereka juga sempat mengalami konflik satu sama lain akibat perbedaan pandangan untuk membekuk Loki. Film The Avengers ternyata tidak hanya menawarkan unsur action saja yang ditampilkan dari kekuatan khusus 6 superhero tersebut tapi di dalamnya juga disisipkan kesan komedi dari tingkah kocak para pemainnya.

Secara keseluruhan, film The Avengers sangat lah menghibur bagi kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Pesan yang coba disampaikan dari film ini adalah tentang semangat kebersamaan dalam mencapai sebuah tujuan. Selain itu, film yang berdurasi lebih dari 2 jam tersebut juga berusaha menyampaikan tentang manfaat energi yang terbarukan dan perang bukanlah sebuah opsi yang terbaik.

Bagi para pecinta komik atau film buatan Marvel tentunya film The Avengers tidak boleh dilewatkan karena garapan sutradara Joss Whedon ini menampilkan 6 superhero Marvel secara sekaligus. Hal ini semakin menarik karena di film The Avengers para tokoh superheronya bahu membahu melawan Loki dan para prajurit yang datang dari dimensi lain.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...