Langsung ke konten utama

Cerita Cinta part I


Ketika hati tak bisa berdusta
Bibir tak dapat lagi tuk berkata
Tak jua mampu terelakkan mata
Semua diserang dengan pukul rata

Sosok itu tak memandang harta
Ia tak lagi menghiraukan tahta
Tepiskan lekuk-lekuk akan kasta
Berjalan cuek walau beda strata

Meski ia keliahatan sepertinya buta
Namun memadukan rama dan shinta
Hanya mengangga adanya diri kita
Serasa keindahannya di pantai kuta

Ia hadir membuat pikiran jadi tersita
Rasa berdebar rindu meronta-ronta
Tidur, makan nasibnya terlunta-lunta
Menyisakan rasa yang mengalunkan gita

Meski sesak bersama dalam kereta
Hanya akrab dengan roti dan pasta
Semua indah serasa suasana delta
Tanpa hiraukan kejamnya ibu kota

Saat bersemi sarat kabar berita
Menjejal dan berkutat dalam goresan tinta
Romantika rasa tersave dalam data
Semua menghiasi beribu cerita

Namun, ia bisa ternodai oleh nista
Bergulat bagaikan hewan melata
Menggeliat manja bak sosok balita

Nganjuk, 7 Januari 2012

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...