Langsung ke konten utama

6 Manfaat Bercinta untuk Kesehatan dan Kecantikan

bercinta

Selain memberikan kesenangan, bercinta atau aktivitas seksual lainnya ternyata bisa memberikan banyak manfaat untuk kecantikan dan kesehatanmu lho Gladis. Mau tahu apa saja manfaatnya? Yuk kita simak!

Menyehatkan dan Mempercantik Kulit

Saat bercinta, maka tubuh akan mengeluarkan senyawa DHEA yang berperan untuk menyehatkan kulit, mengurangi jerawat, dan membuat kulit terlihat lebih bersinar dan bercahaya. Pori-pori kulit juga akan dibersihkan ketika keringat keluar saat bercinta.

Mencegah Penyakit Kanker

Aktivitas bercinta juga akan mengurangi risiko kanker, bahkan mencegahnya datang. Kamu yang melakukan aktivitas ini secara sehat, dilakukan pada usia yang memang sudah wajar, dan hanya pada satu pasangan bisa mencehag munculnya penyakit kanker payudara dan kanker serviks. Bukan hanya kaum perempuan, laki-laki juga akan terhindar dari kanker prostat jika melakukannya secara sehat.

Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Aktivitas bercinta tentu akan membuat kerja jantung lebih dari biasanya sehingga kegiatan ini dianggap mampu mengurangi risiko penyakit jantung jika dilakukan secara intens dan sehat. Gladis bisa melakukan aktivitas bercinta bersama pasangan sebanyak dua kali dalam seminggu untuk mencegah datangnya penyakit jantung.

Melangsingkan Badan

Aktivitas bercinta merupakan kegiatan yang bisa membakar kalori sehingga melakukannya sama saja dengan melakukan kegiatan olahraga. Jadi, kamu bisa membakar timbunan lemak dalam tubuhmu dan menjadikan tubuhmu langsing jika bercinta dengan pasangan secara teratur.

Melancarkan Peredaran Darah

Saat bercinta, aliran darah dalam tubuh akan terasa lebih lancar sehingga kamu dan pasangan akan merasa lebih rileks, senang, dan bahagia. Tidak hanya itu, sistem metabolisme di dalam tubuh pun akan sangat stabil sehingga kamu tidak akan merasa sakit pada bagian tubuh tertentu. Bahkan orang yang sedang sakit kepala pun akan merasa cepat sembuh setelah melakukan aktivitas yang satu ini.

Mencegah Penyakit Darah Tinggi

Aktivitas seks juga berperan penting dalam mengurangi risiko penyakit darah tinggi atau yang disebut hipertensi. Orang yang melakukan aktivitas seks secara teratur dengan cara yang sehat akan memiliki tekanan darah yang lebih rendah serta respon pembuluh darah yang lebih baik dibandingkan orang yang jarang melakukannya.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...