Langsung ke konten utama

5 Kebiasaan yang Memicu Kegemukan

makan

Jika kamu mengalami kenaikan berat badan dan tiday yakin apa penyebabnya, terdapat banyak sekali penjelasan. Seorang ahli diet Julie Upton, MS, RD dari Appetite For Health menunjukkan lima kebiasaan sehari-hari yang memungkinkan picu kegemukan. Berita bagusnya adalah kebiasaan-kebiasaan dapat diubah sehingga berat badan bisa berkurang secara alami tanpa melakukan diet. Simak yuk, Dreamers!

Terlalu banyak waktu bersenang-senang

Sisi buruk dari banyaknya waktu untuk bersenang-senang adalah naiknya berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa minuman beralkohol meningkatkan hormon ghrelin yang memicu nafsu makan.

Kurang tidur

Kurangnya waktu tidur bukan hanya membuat seseorang lelah tapi juga lapar. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan hormon nafsu makan. Tidur 30 menit lebih awal pada malam hari akan sedikit membuat perubahan dan membuat berkurangnya rasa ingin makan makanan yang tidak sehat.

Terlalu banyak menonton TV

Sebuah peneliian melaporkan bahwa setiap dua jam waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi dapat meningkatkan risiko obesitas sampai 23%. Para peneliti percaya bahwa menonton televisi sejalan dengan naiknya hasrat untuk kudapan tinggi kalori. Para ahli menganjurkan untuk membatasi waktu menonton TV kurang dari dua jam per hari untuk menjaga berat badan.

Waktu makan terganggu aktifitas lain

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa makan sambil bekerja di depan komputer, bermain video game atau aktifitas lain cenderung makan dengan cepat dan mengkonsumsi banyak kalori, kurang kenyang, serta akan makan dua kali lipat pada waktu makan berikutnya dibandinkan dengan memiliki waktu makan yang tidak terganggu aktifitas lain. Jadi saat makan sebaiknya hanya duduk dan nikmati apa yang sedang dimakan.

Makan di luar lebih dari seminggu sekali

Setiap kali seseorang makan di luar rumah, mereka rata-rata mengkonsumsi sekitar 200 lebih kalori daripada saat makan di rumah, menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan Public Health Nutrition. Para peneliti mengatakan tambahan kalori datang dari porsi yang besar dan lemak yang tinggi.

source : yahoo she

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...