Langsung ke konten utama

Mentari dari Kurau: Kisah Cinta yang Mendalam Antara Ibu dan Anak

mentari dari kurau

Kasih sayang dan perjuangan seorang ibu memang tidak akan mampu dibalas oleh anak. Namun pada film Mentari dari Kurau pemandangan berbeda coba disuguhkan. Film ini menceritakan tentang seorang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar bernama Mentari (Nanda Mentari) harus berjuang dan mengabdi untuk mengurus emak (Eksanti) yang tengah sakit keras.

Anak perempuan dari desa Kurau ini terpaksa membanting tulang untuk dapat membiayai kehidupannya bersama sang ibu, Mentari yang tidak memiliki seorang ayah ini rela menjadi kuli ikan di malam hari dan pagi hari tetap melaksanakan kewajibannya sebagai anak sekolah. Perjuangannya tidak hanya disitu, ia juga harus memenuhi kebutuhan untuk membeli obat ibunya.

Dengan kesibukannya tersebut, membuat Mentari kecil yang cerdas terganggu dalam bidang pendidikannya, ia terkadang sampai tidak sempat untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh guru sekolahnya. Belum lagi pikirannya harus terbagi dengan keadaan ibunya dirumah saat Mentari berada disekolah.

Film bergenre drama keluarga yang diproduksi oleh Fantasi Indonesia Pictures ini banyak memberikan pesan moral yang amat tinggi, belum lagi ketika melihat kegigihan Mentari dalam mendapatkan pendidikan membuat kita akan lebih menghargai apa yang namanya ilmu pengetahuan.

Penampilan akting yang apik turut pula disumbang Eksanti dalam film ini, ia juga berhasil menciptakan hubungan yang intim bersama anaknya, Mentari dengan sangat natural. Film berdurasi 100 menit ini juga tidak lupa menyuguhkan panaroma alam yang indah khas daerah Kurau, Bangka Tengah.

Secara keseluruhan, film Mentari dari Kurau benar-benar menawarkan kisah yang inspiratif dan penuh keharuan. Disini penonton bisa mendapat banyak pesan positif tentang kasih sayang antara anak dan ibu, semangat pantang menyerah serta pentingnya arti pendidikan. Bagi Anda yang suka dengan genre drama, kisah Mentari dari Kurau tentu menjadi rekomendasi film yang tepat untuk disimak

Selain Eksanti dan Nanda, Mentari dari Kurau yang disutradari oleh Revo S. Rurut ini juga turut menggandeng artis ternama lainnya seperti Sonita, Jian Batari, Gary Iskak, Leily Sagita, Richa Iskak dan Johan Purba.  Mampukan Mentari mencapai impian walau pendidikannya agak terbengkalai? Apakah sang ibu dapat sembuh dari penyakitnya? temukan jawabannya dengan menyaksikan film Mentari dari Kurau.

================
Bisnis Online yang Paling Banyak Bonusnya? klik disini
================

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...