Langsung ke konten utama

Mengatasi Duplikasi Deskripsi Meta

Duplikasi deskripsi meta pernah di alami blog ini, hal ini terjadi karena Google menemui deskripsi yang sama pada setiap halaman yg di crawl oleh Google spider pada laman blog ini, contoh :

Duplikasi deskripsi meta

Pada gambar diatas terdapat deskripsi yang sama, baik itu pada Homepage, halaman, maupun postingan, hal ini tentu tidak baik buat SEO, karena deskripsi yg sama dapat merusak relevansi pencarian, dan Google menganggapnya sebagai duplikasi konten, oleh sebab itu hal tersebut perlu kita perbaiki. Jika sobat belum tahu cara mengetahui duplikat konten silakan baca Cara Mengetahui Duplikat Konten.

Untuk memperbaiki masalah tersebut, langkah yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

  • Login ke akun blogger
  • Klik pada Template.
  • Selanjutnya, klik Edit HTML
  • Pada kode
    <meta content='Deskripsi'  name='description'/>
    <meta content='keyword1, keyword2, keyword3, ...' name='keywords'/>



    Sedikit saya tambah kode menjadi :




    <b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
    <meta content='Deskripsi' name='description'/>
    <meta content='keyword1, keyword2, keyword3, ...' name='keywords'/>
    </b:if>



    Dengan begini meta description & meta keywords di tampilkan hanya untuk halaman utama (homepage).




  • Terakhir klik Simpan Template.



Selain masalah diatas Duplikasi deskripsi meta juga bisa terjadi pada fungsi arsip, karna dalam sebuah arsip terdapat berbagai link dalam satu content , hal ini kadang juga di anggap sebagai duplikat konten oleh google.



Jika Sobat mengalami masalah ini Sobat cukup mematikan fungsi arsip, caranya dengan menambahkan kode berikut dibawah kode <head> :




<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;archive&quot;'><meta content='noindex' name='robots'/></b:if>



Sekian dulu postingan kali ini, semoga bisa membantu Sobat yang ingin Mengatasi Duplikasi deskripsi meta.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Manfaatkan "Smartphone" untuk Tidur Sehat

  Semua orang masa kini tahu bahwa denyut kehidupan modern sering kali mengganggu tidur. Keseharian yang serba cepat, tekanan ketepatan dan hubungan antar personal saling tumpang tindih membuat kita terlalu tegang untuk tidur. Ini semua diperburuk dengan internet yang menghubungkan kita sepanjang waktu lewat smartphone. Sebagian orang merasa sayang untuk meninggalkan waktu produktif untuk tidur. Tanpa menyadari bahwa dengan mengurangi tidur justru ia mengurangi produktivitasnya. Sebagian lagi merasa perlu untuk tidur, tetapi seolah butuh perjuangan ekstra untuk terlelap. Ada juga yang dengan mudahnya tidur, tetapi pada jam tertentu harus bangun untuk buang air kecil atau hanya 'melek' saja. Akibatnya, banyak orang bangun dengan perasaan kacau, dan tak bersemangat. Beranjak siang beban utang tidur mulai menyerang dan mengganggu produktivitas. Sekedar untuk berkonsentrasi, perlu berulang kali mengambil waktu untuk menghirup nikotin. Menjelang sore, kantuk seolah tak tertahan...