Langsung ke konten utama

Kidung Senja di Langit MSAA

Siang mulai beranjak
Mentaripun kembali berlindung dalam pangkuan angkasa
Menyisakan semburat-semburat jingga yang mempesona
Senja...
Ya, senja yang kusuka
Senja diatas langit MSAA

Menikmatinya...
Menjadi fase terindah dalam poros hidupku
Mengamati mujahid-mujahid cinta kembali dari laganya
Bersiap diri menghadap dan bercengkrama dengan Sang Kekasih Abadi
Dalam indahnya istana Sang Maha Suci
Diiringi senandung kalam-kalam Illahi

Kutatap langit...
Semburat jingga itu memerah
Indah...
Berhiaskan burung-burung kecil
Terbang...
Berlomba dengan angin yang menerpa hijabku
Untuk kembali pada istana kecilnya

Ternyata...
Tak hanya langit yang kutatap
Karena lensa hati ini
Menangkap sosok bersarung
Dengan sorban putih melingkar dipundaknya
Bercahaya...
Dengan mushaf tergenggan erat padanya
sembari berkata
"Izinkan aku menyimak hafalanmu,
dan menjaga hati penghafalnya"

Pipiku memerah
Menyamai senja dilangit MSAA

by Zahra Ar-Rochman
Team 1 FLP UIN Maliki Malang

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...