Langsung ke konten utama

Pemahaman dan Pengertian Kepada Anak

Pemahaman-dan-Pengertian-Kepada-Anak

Bagi kebanyakan orang tua memberikan sebuah pemahaman dan pengertian kepada anak harus butuh sebua kesabaran. Pasalnya mengerti dan paham adalah dua hal yang harus saling bersamaan khususnya pada perkembangan si kecil.

Dalam perkembanganya si kecil banyak sekali melakukan berbagai hal yang kurang baik dan membuat sebagaian orang tua harus ekstra sabar dalam mendidiknya.
Sebagai contoh jika seorang anak sedang bermain dengan barang pecah beling, karena anak tersebut dinilai masih belum paham betul dengan barang-barang yang mudah pecah.

Jadi ketika orang tua melihat langsung anaknya bermain dengan gelas atau membawa gelas yang bagi si anak belum cukup pantas membawa barang tersebut.
Maka sebagai orang tua dengan siaga memberikan pemahaman dan pengertian, walau harus dengan kesabaran. Menjelaskan jika barang tersebut kalau tidak dibawa dengan hati-hati bisa membahayakan diri.

Dengan begitu orang tua harus memberikan pengertian dan pemahaman kepada anak secara sabar. Jika anak telah diberikan pengertian dan pemahaman secara baik, maka selanjutnya anak tersebut akan sedikit paham.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...