Langsung ke konten utama

Meniti Langit


Judul : Meniti Langit
Penulis : Haniah, dkk
ISBN : 978-602-7880-25-2
Tebal : 135 hlm ;14x20
Harga : Rp 32.000 (belum ongkir dan diskon)
Sinopsis :
Setiap apa yang kita lakukan pasti membutuhkan perjuangan, dan setiap perjuangan itu pasti meninggalkan hikmah yang tidak kita sadari. Begitu juga dengan perjuangan kita untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi terutama PTN yang diperebutkan puluhan ribu calon mahasiswa. Banyak hambatan, penyesalan, kekecewaan, tangis kesedihan hingga kegagalan yang bertubi-tubi menimpa, tapi semangat untuk tetap bisa menjadi mahasiswa tidak boleh pupus di tengah jalan. Kita mempunyai cita-cita yang tidak boleh tenggelam oleh takdir yang terkadang bekata lain.

Gagal ujian SNMPTN menjadi hal biasa, ditolak dari PTN tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk meraih cita-cita, dan semua yang kita dapat saat ini pasti mempunyai hikmah yang nyata. Jadilah saksi perjuangan kami melalui buku “Meniti Langit” ini, dan jangan putus asa bila yang kau inginkan tak sesuai harapan. Percayalah, Tuhan mempunyai rencana yang indah dan tak terduga untuk kita.

Pemesanan via SMS ke 0838 3352 5276 atau komentar di bawah ini.

Postingan populer dari blog ini

3 Golongan Besar Umat Islam

Ada tiga tipe umat terkait sikap mereka terhadap Alquran: dhalimun linafsih, muqtashid, dan saabiq bil khairaat. (1) Dhalim linafsih : Artinya orang yang menganiaya diri sendiri, yaitu mereka yang meninggalkan sebagian amalan wajib dan melakukan sebagian yang diharamkan. Seperti, orang menjalankan salat tetapi korupsi, menjalankan saum Ramadan tetapi suka riya, pergi salat Jumat tetapi menggunjing orang, membayar zakat tetapi menyakiti tetangga, membelanjai istri tetapi juga menyakitinya, berhaji tetapi menzalimi karyawan. Pendek kata, dhalimun linafsih adalah orang yang terpadu dalam dirinya kebaikan dan keburukan, yang wajib kadang ditinggalkan, yang haram kadang diterjang. (2) Muqtashid : Artinya orang pertengahan, yaitu mereka yang menunaikan seluruh amalan wajib dan meninggalkan segala yang haram, walau terkadang masih meninggalkan yang sunah dan mengerjakan yang makruh. Seluruh kewajiban ia penuhi, baik kewajiban pribadi (seperti salat, zakat, puasa, dan haji) maupun kewajiba...

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015

Pengumuman Hasil Seleksi Mahasiswa Baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jalur SBMPTN 2015 dapat didownload disini: Klik disini (utama) Klik disini (mirror)

Dibalik Penggunaan Abu Gosok

Abu gosok dikenal masyarakat sebagai bahan untuk mencuci peralatan dapur yang nodanya susah hilang. Biasanya penggunaannya dibarengi dengan serabut kelapa dan air hangat. Di zaman yang semakin modern saat ini jarang kita temui perempuan atau ibu rumah tangga yang masih memanfaatkan abu gosok, meskipun masih ada sebagian dari mereka di beberapa tempat seperti pedalaman desa yang menggunakannya. Seiring dengan munculnya beberapa produk kebersihan alat rumah tangga yang semakin canggih. Sehingga fungsi abu gosok sebagai pembersih alat dapur jadi bergeser dan tergantikan. Sebenarnya abu gosok ini terbilang alami karena berasal dari limbah pembakaran tumbuhan. Biasanya dari sekam padi. Kandungan kalium yang terdapat di dalam abu gosok inilah yang berperan penting dalam menghilangkan noda membandel pada ketel atau peralatan dapur lainnya. Kalium yang bereaksi dengan air menghasilkan Kalium hidroksida yang bersifat basa sehingga mampu bereaksi terhadap kotoran dan mengangkatnya keluar. ...